Cara Mengatasi Sakit Gigi Pada Anak Balita Disertai Demam
Suara Kalbar – Hampir semua orang pasti pernah merasakan sakit gigi dan itu termasuk anak balita. Saat mengalami sakit gigi, tubuh kita bisa ikut merasakan dampaknya. Bahkan, sakit gigi pada anak balita bisa disertai deman yang cukup tinggi. Tidak pelak kondisi tersebut membuat orang tua cari tahu mengatasi sakit gigi pada anak balita.
Solusi pertama yang bisa Anda coba adalah tanya dokter gratis melalui aplikasi online. Di sana, Anda bisa mendapatkan solusi terbaik untuk mengatasi sakit gigi pada anak balita. Selain itu, Anda juga perlu tahu apa saja penyebab dan cara mengatasi sakit gigi pada anak balita disertai demam sebagai berikut.
1. Pertumbuhan Gigi Baru
Penyebab pertama sakit gigi pada anak balita disertai demam adalah pertumbuhan gigi baru. Saat gigi susu mulai tumbuh, makabisa menekan gusi. Hal itu menyebabkan peradangan, rasa sakit, dan bahkan demam pada anak. Selain itu, ketika gigi baru muncul, makabisa memecah gusi yang terbentuk dan menyebabkan gusi terasa lebih lunak hingga rentan terhadap infeksi.
Untuk meredakan sakit gigi pada balita, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:
- Memberikan makanan yang lembut dan mudah dicerna seperti bubur.
- Memberikan air dingin atau memberikan es batu yang dibungkus dengan kain di atas gusi yang sakit.
- Memberikan obat pereda nyeri yang sesuai dengan usia dan dosis yang direkomendasikan oleh dokter.
- Menyikat gigi secara teratur dan menggunakan pasta gigi yang sesuai dengan usia balita untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter gigi atau dokter anak jika sakit gigi balita terus berlanjut atau disertai dengan gejala lain seperti demam atau pembengkakan. Dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik atau obat pereda nyeri yang lebih kuat. Tujuannya adalah untuk meredakan gejala dan memastikan tidak ada infeksi yang berbahaya pada gusi hingga gigi balita.
2. Kerusakan Gigi
Kerusakan gigi pada balita dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Bagian tesebut bisa termasuk kebersihan mulut yang buruk, konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula, dan kurangnya perawatan gigi secara rutin. Ketika gigi balita rusak, maka infeksi dapat terjadi dan menyebabkan rasa sakit pada gigi yang dapat menyebabkan demam.
Ketika infeksi terjadi pada gigi balita, gejalanya mungkin meliputi nyeri gigi, pembengkakan pada gusi, sakit kepala, dan demam. Kondisi ini disebut sebagai pulpitis atau radang pulpa gigi. Infeksi ini dapat menyebar ke gigi yang lain atau ke bagian tubuh lain jika tidak diobati dengan benar.
Solusi untuk kerusakan gigi pada balita adalah dengan menjaga kebersihan mulut yang baik. Caranya dengan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, menggunakan benang gigi secara teratur, dan menghindari makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula. Selain itu, balita sebaiknya menjalani pemeriksaan gigi secara teratur untuk mengidentifikasi masalah gigi sedini mungkin dan mencegah masalah gigi yang lebih serius di kemudian hari.
Jika terjadi sakit gigi dan demam pada balita, sebaiknya segera cari bantuan medis dari dokter gigi atau dokter anak. Dokter mungkin akan memberikan obat penghilang rasa sakit atau antibiotik untuk membantu mengobati infeksi pada gigi. Namun, pencegahan lebih baik daripada pengobatan, maka penting untuk menjaga kesehatan gigi balita dengan baik sejak dini.
3. Infeksi Pada Telinga
Infeksi pada telinga bisa menjadi penyebab sakit gigi dan demam pada balita. Hal ini terjadi karena saluran telinga tengah dan gigi bawah saling terhubung. Ketika ada infeksi pada telinga, maka dapat menyebabkan peradangan pada jaringan sekitar gigi dan menimbulkan rasa sakit pada gigi. Selain itu, infeksi pada telinga juga dapat menyebabkan demam pada balita karena tubuh sedang berusaha melawan infeksi tersebut.
Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengobati infeksi pada telinga. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memeriksa telinga, gigi, dan mulut anak untuk menentukan penyebabnya.
Pengobatan infeksi telinga pada balita biasanya meliputi pemberian antibiotik, analgesik untuk meredakan rasa sakit, dan antipiretik untuk menurunkan demam. Selain itu, perlu juga menjaga kebersihan mulut dan gigi anak, serta memberikan makanan yang mudah dicerna dan bergizi agar tubuh anak dapat pulih dengan cepat.
Untuk mencegah infeksi telinga pada balita, sebaiknya hindari terjadinya penularan virus dan bakteri.Contohnya seperti mencuci tangan secara rutin, menjaga jarak dengan orang yang sakit, dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, pastikan juga balita mendapatkan vaksinasi yang dianjurkan untuk melindungi dari infeksi yang berbahaya.
4. Trauma Pada Gigi
Trauma pada gigi dapat menyebabkan sakit gigi pada balita hingga demam. Trauma gigi adalah kerusakan yang terjadi pada gigi.Contohnya seperti patah, retak, atau bergeser dari posisi normalnya akibat kecelakaan, benturan, atau aktivitas yang berisiko lainnya. Pada balita, trauma gigi dapat terjadi ketika mereka jatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan saat bermain.
Sakit gigi pada balita akibat trauma gigi biasanya disebabkan oleh kerusakan pada saraf gigi atau jaringan lunak di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang cukup parah dan membuat anak menjadi rewel, kehilangan nafsu makan, bahkan demam. Selain itu, kondisi ini juga dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi dan kesehatan gigi di masa depan.
Cara mengatasi sakit gigi pada anak balita disertai demam akibat trauma tergantung pada tingkat kerusakan gigi. Jika hanya sedikit kerusakan, dokter gigi dapat memperbaikinya dengan membersihkan dan mengisi gigi yang rusak. Namun, jika kerusakan cukup parah, maka perawatan yang lebih intensif mungkin diperlukan, seperti perawatan saluran akar atau pencabutan gigi.
Demikian cara mengatasi sakit gigi pada anak balita disertai demam. Semoga informasi ini memberikan manfaat.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






