SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kayong Utara Kabar Kenaikan BBM, Nelayan di Kayong Utara Mulai Menjerit

Kabar Kenaikan BBM, Nelayan di Kayong Utara Mulai Menjerit

Kapal nelayan d Kayong Utara. SUARAKALBAR.CO.ID/wiwin

Kayong Utara (Suara Kalbar)- Wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah Pusat saat ini mulai dikeluhkan bagi nelayan, mulai dari harga yang lumayan tinggi hingga kesulitan kebutuhan BBM jenis solar bersubsidi untuk perahu nelayan yang ada di Dusun Nelayan Desa Alur Bandung Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat.

Salah seorang warga di Dusun Nelayan RT 13 Desa Alur Bandung Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara, dirinya mengaku puluhan kapal perahu nelayan yang ia bina untuk memenuhi kebutuhan yaitu BBM jenis solar bersubsidi untuk nelayan saat ini sulit didapatkannya.

“Belakangan ini semenjak ada isu kenaikan harga BBM oleh pemerintah, nelayan disini mulai sulit untuk mendapatkan BBM Khususnya jenis solar bersubsidi,”kata Suryadi, salah satu penampung ikan di dusun nelayan Rt 13 Desa Alur Bandung, Senin (29/8/2022).

Meski BBM terbilang sulit untuk mencukupi kebutuhan puluhan kapal nelayan untuk anak buahnya itu, BBM jenis solar masih bisa didapatkan nya meskipun hanya 200 hingga 400 liter saja.

“Kalau dihari biasanya kebutuhan BBM jenis solar untuk kapal perahu nelayan binaan saya saat ini bisa mencapai dua ratus liter per hari nya belum lagi pada saat musim ikan mungkin bisa lebih,”katanya.

Ia juga menjelaskan untuk diwilayah dusun nelayan masyarakat disini untuk mata pencarian nya rata rata hasil dari melaut, jika kapal perahu nelayan disini kesulitan untuk mendapatkan BBM dan harga nya pun cukup tinggi tentunya menambah beban bagi masyarakat nelayan kecil.

“Kalau untuk BBM jenis solar biasanya saya beli di SPBU yang ada di teluk batang, kadang kebutuhan saya masih kurang kita coba cari dari pangkalan – pangkalan BBM yang ada di disini juga,”tuturnya.

Dirinya berharap kedepannya untuk kebutuhan BBM jenis solar bersubsidi untuk nelayan khusus di dusun nelayan ini kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

Disisi lain keluhan BBM juga dirasakan Jusmanto warga dusun nelayan dirinya mengakui untuk saat ini BBM jenis solar tidak begitu sulit lagi, namun yang menjadi persoalan nya masalah harga nya tinggi, dirinya juga pernah tidak bisa menjaring ikan dilaut disebabkan tidak ada BBM terpaksa bertahan beberapa hari tidak melaut.

“Sebelumnya emang agak sulit kita mendapatkan BBM nya, setelah kemarin kita sama rekan nelayan yang lainnya mendatangi pihak SPBU yang ada di kecamatan teluk Batang BBM jenis solar sudah tidak sulit lagi namun masalah harganya mencapai sebelas ribu rupiah per liternya,”paparnya Jusmanto.

Menurutnya BBM yang bakalan ia dapat dengan harga yang lumayan tinggi itu bagi nelayan seperti dirinya merasa tidak sesuai dengan penghasilan ikan yang ia dapat dari hasil melaut.

“Satu liter harga minyak solar harganya sebelas ribu rupiah dari pangkalan ke nelayan dengan harga begitu tinggi bagaimana kedepanya nasib kami selaku nelayan kecil, pemerintah belum resmi menaikan harga BBM, harga sudah naik,”ucapnya

Dirinya berharap pemerintah tak jadi merealisasikan rencana kenaikan harga BBM khususnya jenis solar bersubsidi, hal ini membuat mereka kesulitan dari mulai kebutuhan hingga harga nya pun tinggi sampai ke nelayan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan