Sejumlah Tomas Kurang Puas Penetapan Pimpinan Baznas Sanggau
Sanggau (Suara Kalbar) – Beberapa tokoh masyarakat merasa kurang puas atas penetapan Komisioner Baznas Kabupaten Sanggau periode 2022-2027 dan dengan telah melakukan pleno pemilihan pimpinan. Salah satunya dari Raja Sanggau Pangeran Ratu Surya Negara Gusti Arman mempertanyakan indikator yang menjadi dasar penilaian pada Baznas RI dalam menentukan pimpinan atau komisioner Baznas Kabupaten.
“Karena pada saat wawancara dengan peserta Baznas RI hanya verfikasi faktual, Kenapa hasil rekom timsel daerah di obok-obok. Apakah hanya melalui wawancara online bisa melejitkan peringkatnya dari rangking delapan atau sembilan ke rengking dua dan ketiga,”ujar Gusti Arman,Sabtu (20/8/2022).
Raja Sanggau juga meminta pansel mengumumkan hasil sepuluh besar yang dikeluarkan Baznas Pusat.“Kok bisa tiba-tiba langsung keluar lima nama sedangkan yang dikirim sepuluh nama dan yang ikut tes dengan baznas pusat sepuluh orang juga. Kalau lah tiba tiba ada salah satu dari komisioner terpilih yang berhalangan tetap jadi pengantinya siapa sedangkan tidak ada no urut 6 sampai 10 nya. Siapa yang akan ditunjuk pengantinya apakah main comot saja,”ungkap Raja.
Sementara itu tokoh masarakat lainnya Ibrahim menyampaikan untuk apa di bentuk panitia seleksi (Pansel ) kalau bukan berdasarkan hasil yang dilakukan pansel dalam perekrutan komisioner atau pimpinan Baznas.
“Kemarin hasil udah dapat lima besar dan kenapa tidak di ambil 1 sampai 5 tersebut, bagus tidak perlu di bentuk pansel. Tunjuk lansung saja dari pada menghabiskan anggaran,”ujar Ibrahim
Lebih lanjut Ibrahim mengatakan yang membutuhkan daerah kenapa harus pusat yang menentukan karena daerahlah yang lebih memahami kondisi daerahnya.
“Kok bisa hasil seleksi daerah tidak di pakai padahal sudah membuat makalah, wawancara dan lainnya. Hanya karena ikut tes online yang tidak seberapa lama menjadi gugur ,”pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





