Peminat Tanaman Akuatik Dari Luar Negeri Meningkat di Tengah Pandemi
![]() |
Petugas karantina periksa tanaman akuatik sebelum di kirim ke luar negeri di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Entikong, Kamis (28/1/2021). SUARA KALBAR.CO.ID / Agus Alfian
Entikong (Suarakalbar)- Peminat tanaman hias saat ini tengah meningkat terutama di saat pandemi Covid-19. Pengiriman demi pengiriman dari Indonesia ke luar negeri pun kian mengalami kenaikan. Hal tersebut menunjukkan pasar tanaman hias Indonesia makin diminati di pasar Internasional.
Jenis tanaman Akuatik misalnya, meskipun di tengah pademi tidak menyurutkan pangsa pasarnya. Biasa digunakan sebagai tanaman aquascape, tanaman aquatik asal Indonesia tetap diminati di pasar internasional.
“Tanaman akuatik asal sanggau seperti Buchepalandra sp. sudah kerap kali di ekspor ke beberapa negara tujuan seperti Jepang, Hongkong, Amerika Serikat dan beberapa negara tujuan lain,” ujar Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Entikong, Yongki Wahyu Setiawan, Kamis (28/1/2021).
Disampaikan Yongki, Karantina Pertanian Entikong melakukan sertifikasi perdana komoditas pertanian tanaman akuatik dan tanaman hias di awal tahun 2021.
Kali ini, sebanyak 420 batang tanaman akuatik jenis Cryptocorine spp. meluncur ke negara Amerika Serikat dan Hongkong.
Tidak hanya itu, tanaman hias Aglaonema spp. sebanyak 20 batang pun ikut meluncur ke Amerika Serikat. Tanaman-tanaman milik CV. Aestethics Flora Pradinata tersebut.
Di jelaskannya, bahwa telah dilakukan pemeriksaan oleh Pejabat Karantina Pertanian Entikong, setelah dipastikan sehat dan terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), komoditas pertanian tersebut dapat melenggang ke negara-negara tujuan, pengiriman melalui jasa ekpedisi ke luar negeri.
“Kita kawal terus para pelaku usaha ekspor komoditas pertanian, terlebih pada masa pandemi, support dan fasilitasi sebaik mungkin,” kata Yongki.
Sektor pertanian merupakan sektor yang tetap kuat di masa pandemi. Untuk itu, Karantina Pertanian Entikong senantiasa memberikan dorongan yang kuat kepada para petani dengan melakukan pendampingan dari hulu ke hilir serta dengan memfasilitasi dengan baik para pelaku usaha yang tengah melakukan ekspor komoditas-komoditas pertanian.
Hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan Karantina Pertanian Entikong dalam mensukseskan program Gratieks yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor, khususnya di tahun 2021.
Penulis : Agus Alfian






