Aspirasi Kanalisasi, Kades Sungai Batang Mempawah Curhat ke Menteri Desa PDTT
Mempawah (Suara Kalbar) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Desa PDTT), Abdul Halim Iskandar, hari ini mendengarkan curahan hati (curhat) para kepala desa di sejumlah daerah di Indonesia.
Kegiatan berlangsung secara daring ini merupakan Program Kementerian Desa PDTT dengan tajuk “Menteri Desa PDTT Menyapa Kepala Desa Mandiri 2022”.
Pada Sesi Dua yang berlangsung tadi siang, Kamis (21/7/2022), provinsi yang mendapat kesempatan untuk berbicara langsung dengan “Gus Menteri” adalah adalah Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Banten dan Jawa Timur.
Dan menariknya, salah satu yang bersuara adalah Kepala Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Mahyus.
Di hadapan langsung Gus Menteri yang tampil antusias menyapa para kepala desa, tanpa ragu Mahyus memaparkan soal kondisi sektor pertanian Desa Sungai Batang yang semakin sulit berkembang.
“Padahal, sejak dulu hingga tahun 2018, Desa Sungai Batang adalah salah satu wilayah penghasil beras di Kabupaten Mempawah. Tapi sejak 2019, sektor pertanian kami tak bisa lagi berkembang karena selalu gagal panen,” ungkapnya.
Bahkan, kata Mahyus, sejak 2019 nyaris tak ada lagi padi yang bisa ditanam, karena Desa Sungai Batang selalu menjadi wilayah tumpuan yang menampung banjir dari kecamatan di Kabupaten Mempawah.
Untuk menanggulangi permasalahan ini, masyarakatnya telah menghibahkan lahan untuk dilakukan pengerukan dan pembangunan kanal yang tembus ke laut.
Pada tahun 2021, rencana proyek kanalisasi di Desa Sungai Batang sudah ditinjau Bupati Mempawah, Erlina, bersama dinas terkait.
“Namun hanya saja, hingga sekarang impian kami untuk dibangunkan kanal tembus ke laut belum terlaksana,” ujarnya.
Mahyus mengakui, tertundanya realisasi kanalisasi itu bisa jadi karena begitu besarnya dana yang dibutuhkan, sehingga Pemkab Mempawah belum bisa melakukan penganggaran di dalam APBD kabupaten.
“Untuk itu, saya mewakili masyarakat Desa Sungai Batang memohon kepada Gus Menteri agar bisa memotivasi Pemerintah Pusat, Pemprov Kalbar maupun Pemkab Mempawah agar segera mewujudkan kanalisasi di wilayah kami,” harap dia.
Sebab jika kanalisasi belum terealisasi, Mahyus mengkhawatirkan sektor pertanian desanya hanya tinggal kenangan.
“Bahkan karena tidak ada lagi warga kami yang menanam padi, BUMDes kami juga ikut mati suri!” ucapnya.
Selain soal kanalisasi, Mahyus juga menyampaikan aspirasi soal kesejahteraan kepala desa dan lain sebagainya.
Tanggapan Menteri Desa PDTT
Aspirasi yang disampaikan Mahyus, Kades Sungai Batang, langsung ditanggapi Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar.
Menurut Gus Menteri, aspirasi infrastruktur tersebut adalah supra desa, yang artinya desa tidak mampu menangani itu, sehingga perlu dukungan kuat dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, bahkan pemerintah pusat.
“Nah, dalam konteks ini, kami di Kementerian Desa PDTT telah membangun komunikasi intensif dengan Kementerian PUPERA untuk menyampaikan aspirasi yang berasal dari kepala desa terkait kebutuhan infrastruktur supra desa yang betul-betul berdampak luas!” ujarnya.
Menyimak dari curhat Mahyus, Gus Menteri Abdul Halim Iskandar, mengaku dapat menyimpulkan bahwa apa yang dialami Desa Sungai Batang bisa dikatakan berdampak luas.
“Desa Sungai Batang yang dulunya merupakan wilayah sentra produksi padi, kini karena menjadi tumpuan banjir kawasan lain, sehingga sawahnya tak bisa ditanami lagi. Jadi butuh kanalisasi sebagai solusi utama,” paparnya.
Dan permasalahan ini tentu saja bersentuhan langsung dengan ketahanan pangan.
“Karenanya, apa yang menjadi keluhan dan aspirasi Pak Mahyus, Kades Sungai Batang akan kami tindaklanjuti!” tegasnya.
Mendengar jawaban sang Gus Menteri, wajah Mahyus pun sumringah. Ia beberapa kali menganggukkan kepala dengan harapan program kanalisasi di desanya benar-benar bisa segera terwujud.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






