Utamakan Air Bersih untuk Rakyat, Bupati Mempawah Tunda Pembangunan Pendopo
Mempawah (Suara Kalbar) – Bupati Mempawah Erlina menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat dengan mengalihkan rencana anggaran pembangunan Aula Pendopo Bupati sebesar Rp15 miliar untuk program peningkatan layanan air bersih melalui SPAM PDAM Mempawah.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika situasi global yang saat ini menunjukkan ketidakpastian dan berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk di Kabupaten Mempawah.
“Pemerintah daerah harus adaptif dan responsif terhadap situasi. Dalam kondisi seperti sekarang, kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menunda pembangunan pendopo dan mengalihkan anggaran tersebut untuk memperkuat layanan air bersih melalui SPAM PDAM,” tegas Bupati Erlina, Selasa (31/3/2026).
Bupati menilai bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dengan penguatan sistem penyediaan air minum (SPAM), diharapkan jangkauan layanan PDAM Mempawah semakin luas, kualitas layanan meningkat, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan itu terpenuhi,” lanjutnya.
Lebih lanjut Erlina menyampaikan bahwa penundaan pembangunan Aula Pendopo bukan berarti pembatalan, melainkan bentuk penyesuaian kebijakan agar lebih tepat sasaran dalam menghadapi tantangan yang ada saat ini.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pendopo tetap menjadi bagian dari rencana penataan kawasan dan ruang publik ke depan, namun saat ini fokus kita adalah kebutuhan yang lebih mendesak,” jelas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Mempawah juga memastikan bahwa pengalihan anggaran ini tidak mengganggu stabilitas program pembangunan lainnya, melainkan menjadi langkah strategis dalam menjaga daya tahan daerah di tengah tekanan global.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah berharap dapat memperkuat pelayanan dasar yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Hal ini juga ditegaskan Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Mempawah Ismail dan Kepala Bapperida Ami Febriyanto saat menerima audiensi Aliansi Mahasiswa di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Rabu (1/4/2026).
Penulis: Prokopim Mpw
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






