Tradisi Lebaran Masyarakat Sambas: Silaturahmi, Saprahan hingga “Nanggok THR”
Sambas (Suara Kalbar) – Tradisi masyarakat Melayu di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) usai perayaan Idul Fitri tetap terjaga kuat dan sarat makna kebersamaan. Berbagai kegiatan khas dilakukan sebagai wujud silaturahmi, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Memasuki tiga hari pertama Lebaran, masyarakat Sambas umumnya disibukkan dengan tradisi kunjung-mengunjungi rumah kerabat dan tetangga. Suasana penuh kehangatan terasa di setiap sudut kampung, di mana warga saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan berbagi cerita dalam balutan nuansa hari raya.
Selain silaturahmi, sajian khas seperti kue lapis menjadi hidangan wajib di setiap rumah. Kue lapis, terutama varian kacang dan susu, tidak hanya menjadi pelengkap jamuan, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai harapan akan rezeki yang berlapis dan keberkahan di masa mendatang.
Tradisi makan bersama dengan pola Saprahan juga menjadi ciri khas yang tidak terpisahkan. Dalam tradisi ini, masyarakat duduk lesehan dan menikmati hidangan secara bersama-sama dalam satu talam yang biasanya diperuntukkan bagi lima hingga enam orang. Nilai kebersamaan, kesetaraan, dan gotong royong sangat terasa dalam praktik budaya ini.
Tidak hanya itu, masyarakat juga melaksanakan ziarah kubur untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia. Tradisi ini umumnya dilakukan setelah salat Id atau pada hari-hari awal Lebaran sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Kemeriahan Lebaran di Sambas juga diwarnai dengan tradisi berbagi kepada anak-anak melalui “Nanggok THR”, yakni pemberian uang tunjangan hari raya yang dinantikan. Kegiatan ini biasanya disertai dengan berbagai permainan rakyat yang mempererat kebersamaan antarwarga.
Salah satu permainan tradisional yang masih lestari adalah Pangkak Gasing. Permainan ini kerap digelar setelah suasana Lebaran mulai tenang dan menjadi ajang hiburan sekaligus silaturahmi antarwarga.
Tradisi-tradisi tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya Melayu Sambas. Selain menjaga warisan leluhur, rangkaian kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat setiap momentum Lebaran.
Sumber: Berbagai sumber
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






