Tesla Pangkas Harga Cybertruck Hingga Rp 300 Juta
Suara Kalbar – Tesla baru saja mengambil langkah drastis untuk menyelamatkan angka penjualan salah satu lini produk paling ikoniknya, Cybertruck. Di pasar Amerika Serikat, mobil listrik dengan desain futuristik ini kini dibanderol dengan harga yang jauh lebih murah dari sebelumnya.
Langkah ini diambil raksasa otomotif milik Elon Musk tersebut sebagai upaya untuk memacu minat konsumen setelah mencatat performa pasar yang mengecewakan sepanjang tahun lalu. Penurunan harga ini tergolong sangat signifikan.
Varian entry-level Cybertruck dengan penggerak empat roda (All-Wheel Drive dual motor) kini dijual mulai dari 59.990 dolar AS (sekitar Rp 940 jutaan). Angka ini turun drastis sebesar 20.000 dolar AS atau setara Rp 314 juta dibandingkan harga sebelumnya, menjadikannya harga terendah sejak pengiriman pertama ke konsumen pada akhir 2023 silam.
Tidak hanya varian standar, varian tertinggi yang dikenal sebagai “Cyberbeast” juga mendapatkan potongan harga. Tesla memangkas harga Cyberbeast dari yang semula 114.990 dolar AS menjadi 99.990 dolar AS (sekitar Rp 1,5 miliar).
“Pemotongan harga ini dibarengi dengan penghapusan “Luxe Package” yang sempat diperkenalkan tahun lalu, sebagai strategi untuk menekan harga jual agar lebih kompetitif,” sebut Car Expert, Rabu (25/2/2026).
Melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Elon Musk sempat menyebutkan bahwa penawaran harga murah ini kemungkinan hanya tersedia dalam waktu terbatas, yakni selama 10 hari. Namun, pihak Tesla sendiri belum memberikan konfirmasi resmi apakah ini merupakan promo singkat atau memang perubahan harga standar yang baru untuk menghadapi persaingan pasar yang kian ketat.
Keputusan Tesla untuk “banting harga” ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data dari Kelley Blue Book, penjualan Cybertruck merosot tajam hingga 48 persen pada tahun 2025. Sepanjang tahun lalu, hanya sekitar 20.237 unit Cybertruck yang terjual, bandingkan dengan tahun sebelumnya yang mampu mencapai angka hampir 39.000 unit. Angka ini menunjukkan bahwa Cybertruck hanya menyumbang sedikit sekali dari total pengiriman global Tesla.
Dominasi Tesla di pasar mobil listrik dunia pun mulai goyah. Pada tahun 2025, perusahaan asal China, BYD, resmi menyalip Tesla sebagai merek mobil listrik terlaris di dunia dengan total penjualan mencapai 2,26 juta unit kendaraan listrik murni. Hal ini menjadi tekanan besar bagi Tesla yang harus melihat angka penjualannya menurun selama dua tahun berturut-turut di berbagai belahan dunia.
Lantas, bagaimana dengan pasar di luar Amerika Serikat, termasuk Australia dan kemungkinan Indonesia? Sayangnya, pemotongan harga ini tidak mengubah fakta bahwa produksi Cybertruck masih terbatas pada varian setir kiri. Meski sempat dipamerkan di berbagai diler dan pameran otomotif untuk memantau antusiasme konsumen, hingga kini belum ada kepastian kapan truk listrik ini akan diproduksi dalam versi setir kanan.
Di Australia sendiri, penjualan Tesla secara keseluruhan turun hampir 25 persen sepanjang tahun 2025. Meskipun Model Y masih menjadi mobil listrik terlaris di sana, absennya varian setir kanan untuk Cybertruck membuat para penggemar mobil tangguh ini harus lebih bersabar. Fenomena penurunan harga di AS ini menjadi sinyal kuat bahwa industri mobil listrik global tengah memasuki fase persaingan harga yang sangat sengit.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






