Psikolog Ingatkan Pentingnya Jeda Saat Emosi Memuncak di Bulan Ramadan
Suara Kalbar – Penting untuk setiap orang tua dapat meregulasi emosi dengan baik saat menghadapi anak di tengah menjalani ibadah puasa Ramadan. Sebab, biasanya emosi yang dirasakan orang tua terhadap anak dapat dipicu berbagai hal misalnya rasa lapar, marah, kesepian, hingga kelelahan sehingga emosi jadi mudah terpancing lalu meledak.
Psikolog klinis remaja dan dewasa, Nena Mawar Sari merekomendasikan dengan mengambil waktu rehat atau jeda sejenak.
“Cara menghadapi anak dengan emosi yang baik saat kita berpuasa caranya adalah dengan mengambil jeda dan tetap menyadari emosi kita itu bentuknya yang mana,” kata Nena, dikutip dari Antara, Sabtu (28/2/2026).
Terlebih saat ini umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa, kondisi ini kerap menyebabkan gula darah menurun sehingga tubuh mudah terasa lemas. Dengan menyadari kondisi yang dialami, lalu mengambil jeda, para orang tua idealnya bisa menghindari tindakan impulsive pada anak yang berpotensi disesali di kemudian hari.
“Jadi enggak apa-apa untuk mengatakan misalnya Mama sedang capek, bisa enggak kita ngobrolnya nanti? Bisa juga kasih tahu anak contohnya lihat gambarnya ya pada saat sudah istirahat. Sehingga kita bisa menghindari tindakan impulsif,” tambahnya.
Selain itu, orang tua juga disarankan untuk mendapatkan dukungan emosional dan saling berbagi peran, sehingga tidak hanya ibu sendirian yang bertanggung jawab dalam mengasuh anak.
Nena menekankan, berdialog dengan pasangan juga tak kalah penting dilakukan untuk mengurangi hambatan atau menyelesaikan persoalan orang tua agar tidak ditanggung sendirian.
Diskusi bersama pasangan bermanfaat untuk membicarakan peran yang tidak seimbang dalam rumah tangga, sehingga dapat menghadirkan jalan tengah yang sesuai.
“Jadi setiap anggota keluarga hendaknya punya peran yang sama dan setara sesuai dengan kapasitasnya masing-masing,” pungkas Nena.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






