SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Project Hail Mary: Misi Selamatkan Matahari dari Kepunahan

Project Hail Mary: Misi Selamatkan Matahari dari Kepunahan

Film genre fiksi ilmiah Project Hail Mary tengah menjadi salah satu film Hollywood paling menarik perhatian pada 2026. (Amazon Content Services LLC)

Suara Kalbar- Film genre fiksi ilmiah Project Hail Mary menjadi salah satu film Hollywood yang paling banyak diperbincangkan dan mencetak rekor box office pada 2026. Dibintangi oleh Ryan Gosling, film ini mengangkat kisah misi luar angkasa untuk menyelamatkan matahari dari ancaman misterius yang berpotensi memusnahkan kehidupan di bumi.

Film ini merupakan adaptasi dari novel best seller karya Andy Weir, penulis yang sebelumnya sukses lewat The Martian. Dengan perpaduan petualangan antariksa, konsep sains realistis, serta drama emosional, Project Hail Mary menjadi tontonan yang menarik bagi penggemar film fiksi ilmiah.

Sinopsis Project Hail Mary

Dikutip dari People, Kamis (26/3/2026), cerita film ini berpusat pada karakter Ryland Grace, seorang guru sains yang terbangun sendirian di sebuah pesawat luar angkasa. Saat sadar, ia tidak mengingat siapa dirinya maupun bagaimana ia bisa berada di sana.

Seiring waktu, ingatan Grace perlahan kembali. Ia kemudian menyadari bahwa dirinya sedang menjalankan misi penting untuk menyelamatkan umat manusia dari ancaman kosmik yang dapat menyebabkan kepunahan di bumi.

Dalam perjalanannya, Grace harus memecahkan berbagai persoalan ilmiah untuk memahami fenomena misterius yang membuat matahari perlahan kehilangan energinya. Misi tersebut membawanya pada petualangan antarbintang yang penuh risiko, sekaligus menghadirkan pertemuan tak terduga yang memengaruhi jalannya misi penyelamatan umat manusia.

Jadwal Tayang Project Hail Mary

Film Project Hail Mary melakukan premiere perdana di London pada 9 Maret 2026. Setelah itu, film ini resmi dirilis secara luas di bioskop Amerika Serikat pada 20 Maret 2026. Seusai penayangan global tersebut, film ini mulai diputar di berbagai negara melalui jaringan distribusi internasional.

Untuk kawasan Asia, termasuk Indonesia, film Hollywood berskala besar biasanya masuk ke jaringan bioskop seperti XXI, CGV, dan Cinepolis tidak lama setelah rilis global. Project Hail Mary diperkirakan tayang di bioskop Indonesia pada akhir Maret hingga awal April 2026, bergantung pada jadwal distribusi masing-masing jaringan bioskop.

Diangkat dari Novel Laris Andy Weir

Salah satu fakta menarik dari Project Hail Mary adalah film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Andy Weir yang terbit pada 2021.

Novel ini mendapat sambutan positif dari pembaca karena dinilai sukses menggabungkan petualangan luar angkasa dengan konsep sains yang realistis. Keberhasilan karya sebelumnya, The Martian, yang diadaptasi menjadi film sukses pada 2015, membuat novel Project Hail Mary langsung menarik perhatian industri film Hollywood.

Ryan Gosling Jadi Produser

Dalam film ini, Ryan Gosling tidak hanya tampil sebagai pemeran utama yang memerankan karakter Ryland Grace. Ia juga terlibat sebagai produser film, yang berarti berperan dalam proses kreatif di balik layar. Keterlibatan Gosling dalam produksi memberikan kontribusi terhadap pengembangan cerita dan karakter, sekaligus menunjukkan perannya yang semakin luas dalam industri perfilman Hollywood.

Disutradarai Kreator Spider-Man: Into the Spider-Verse

Project Hail Mary disutradarai oleh duo sineas Phil Lord dan Christopher Miller. Keduanya dikenal lewat sejumlah film sukses seperti The Lego Movie, 21 Jump Street, serta film animasi pemenang Oscar Spider-Man: Into the Spider-Verse.

Pengalaman keduanya dalam menciptakan film dengan pendekatan kreatif membuat Project Hail Mary menghadirkan gaya visual serta narasi yang segar dibandingkan film luar angkasa pada umumnya.

Karakter Alien Rocky Dibuat dengan Teknik Khusus

Salah satu unsur unik dalam film ini adalah kehadiran karakter alien bernama Rocky, yang menjadi sahabat Ryland Grace selama menjalankan misi di luar angkasa.

Menariknya, karakter tersebut tidak sepenuhnya dibuat menggunakan efek CGI. Tim produksi juga menggunakan teknik puppetry dan animatronik agar interaksi antara aktor dan karakter alien terlihat lebih nyata di layar. Pendekatan ini membuat ekspresi dan gerakan Rocky terasa lebih hidup.

Anggaran Fantastis

Project Hail Mary juga termasuk salah satu film fiksi ilmiah dengan anggaran produksi besar, yang diperkirakan mencapai sekitar US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun.

Anggaran tersebut digunakan untuk menghadirkan efek visual luar angkasa, desain pesawat antarbintang, serta pembangunan set yang menggambarkan kehidupan di luar angkasa. Dengan skala produksi yang besar, film ini menjadi salah satu proyek ambisius dari Amazon MGM Studios dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan cerita yang kuat, visual luar angkasa yang spektakuler, serta penampilan Ryan Gosling sebagai karakter utama, Project Hail Mary diprediksi menjadi salah satu film fiksi ilmiah paling menarik pada 2026. Film ini tidak hanya menawarkan petualangan antariksa yang menegangkan, tetapi juga menghadirkan kisah tentang persahabatan, pengorbanan, dan harapan untuk menyelamatkan umat manusia.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan