Polres Sanggau Lakukan Pengamanan Ritual Cuci Jalan
Sanggau (Suara Kalbar) – Polres Sanggau melakukan pengamanan jalannya kegiatan Ritual Cuci Jalan dalam rangka Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2026. Kegiatan budaya dan keagamaan tersebut dipusatkan di Pekong Tri Dharma Sanggau, Jalan Kartini, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau yang digelar pada Senin (02/03/2026) sore.
Ritual yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB itu menjadi bagian dari rangkaian tradisi menjelang puncak Cap Go Meh yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026. Sejak siang hari, masyarakat telah memadati kawasan pekong untuk menyaksikan prosesi sakral yang sarat nilai budaya tersebut.
Pelaksanaan ritual dipimpin oleh Panitia Cap Go Meh 2026 dan diikuti sejumlah perkumpulan budaya Tionghoa di Sanggau. Arak-arakan menampilkan Naga, Barongsai, serta Tatung dari Thai San Pak Kung, Nek Merah, Hak Kong Pau dan Nek Uyut yang berjalan beriringan menyusuri rute yang telah ditentukan panitia.
Adapun rute yang dilalui peserta ritual dimulai dari Pekong Tri Dharma Sanggau menuju Jalan H. Said, belok kanan ke Jalan Juanda, kemudian ke Jalan Jenderal Sudirman, berlanjut ke Jalan A. Yani, belok kanan ke Jalan Bukit Roan, melintasi kembali Jalan Kartini dan finis di lokasi awal. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan prosesi dengan tetap menjaga ketertiban.
Kapolres Sanggau melalui Kabag Ops AKP PSC. Kusuma Wibawa, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Personel Polres Sanggau bersama Polsek Kapuas diterjunkan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sanggau.
“Kami melaksanakan pengamanan dan pengawalan secara terbuka dan tertutup untuk menjamin keamanan seluruh peserta dan masyarakat yang menyaksikan. Sinergi antara panitia, tokoh masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif,” ujar AKP Kusuma Wibawa, kemarin.
Kabag Ops menegaskan bahwa Ritual Cuci Jalan merupakan tradisi adat yang memiliki makna simbolis sebagai pembersihan, penolak bala, sekaligus doa keselamatan. Menurutnya, Polres Sanggau menghormati dan mendukung pelestarian budaya yang hidup di tengah masyarakat selama dilaksanakan sesuai ketentuan hukum.
“Tradisi ini adalah bagian dari kekayaan budaya yang harus dijaga bersama. Tugas kami memastikan seluruh prosesnya berlangsung tertib, aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ucapnya.
Kabag Ops juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Sanggau yang menunjukkan sikap toleransi dan kedewasaan dalam menjaga suasana tetap damai. Ia menilai partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban turut membantu kelancaran kegiatan.
“Selama prosesi berlangsung, arus lalu lintas di sejumlah titik sempat dialihkan dan dilakukan pengaturan oleh petugas. Meski terjadi peningkatan aktivitas kendaraan dan pejalan kaki, situasi terpantau terkendali tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti,”ujarnya.
Ritual Cuci Jalan sendiri dipercaya sebagai simbol penyucian jalan yang akan dilalui saat puncak Cap Go Meh. Prosesi ini juga dimaknai sebagai doa agar seluruh rangkaian perayaan diberikan kelancaran serta perlindungan dari segala mara bahaya.
“Kami dari kepolisian memastikan akan terus melakukan pengamanan intensif menjelang dan saat puncak perayaan Cap Go Meh 2026 guna memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,”pungkasnya.
Penulis Darmansyah






