Lamborghini Batalkan Mobil Listrik Murni, Pasar Belum Siap?
Suara Kalbar – Lamborghini mengumumkan perubahan besar dalam strategi teknologinya dengan membatalkan rencana mobil listrik murni untuk model keempatnya. Keputusan ini memicu pertanyaan, apakah langkah tersebut dipengaruhi faktor finansial atau memang karena minimnya minat pasar.
Pabrikan asal Italia itu memastikan model yang sebelumnya diproyeksikan meluncur pada 2029 tidak akan menjadi full electric vehicle. Mobil yang diduga mengusung nama Lanzador kini akan menggunakan sistem plug-in hybrid, sebagaimana dikonfirmasi CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann.
Perubahan ini sekaligus mempertegas arah baru Lamborghini yang kini mengandalkan teknologi hybrid di seluruh lini produknya. Model baru tersebut akan bergabung dengan Urus, Revuelto, dan Temerario yang lebih dulu mengadopsi sistem serupa.
Di tengah transisi industri menuju elektrifikasi, keputusan ini menunjukkan bahwa Lamborghini tidak sepenuhnya mengikuti arus. Perusahaan memilih menyesuaikan diri dengan karakter pasar supercar yang sangat spesifik.
Dikutip Drive, Kamis (26/2/2026), menurut Winkelmann, konsumen Lamborghini tidak membeli mobil sekadar untuk mobilitas, melainkan untuk pengalaman emosional. Elemen seperti suara mesin dan sensasi mekanis masih menjadi daya tarik utama yang belum bisa digantikan oleh mobil listrik.
Fakta di lapangan menunjukkan hal yang cukup jelas. Tingkat penerimaan pelanggan terhadap mobil listrik Lamborghini disebut mendekati nol persen. “Ini memperkuat indikasi bahwa alasan utama bukan sekadar biaya atau investasi, melainkan minimnya minat dari pasar inti mereka,” tulis Drive.
Di sisi lain, Lamborghini juga mempertimbangkan faktor global seperti kondisi geopolitik dan perubahan regulasi otomotif. Produsen kini cenderung lebih fleksibel, mengikuti permintaan konsumen dibanding memaksakan teknologi baru yang belum tentu diterima.
Meski batal menghadirkan mobil listrik murni, Lamborghini tetap berkomitmen menekan emisi melalui teknologi hybrid. Strategi ini terbukti efektif setelah perusahaan mencatat rekor pengiriman global sebanyak 10.747 unit pada 2025.
Dengan pendekatan tersebut, Lamborghini memilih jalan tengah: tetap menjaga identitas supercar yang emosional sekaligus beradaptasi dengan tuntutan efisiensi, tanpa harus memaksakan elektrifikasi penuh yang belum diminati pasar.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






