Kopdes Merah Putih Babane Samalantan Bengkayang Berharap Pemerintah Segera Kucurkan Permodalan
Bengkayang (Suara Kalbar) – Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Babane, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang saat ini berdiri megah. Bangunan ini menjadi bukti nyata keseriusan masyarakat setempat dalam menjalankan mandat pemerintah pusat.
Namun sayang, kemegahan fisik bangunan tersebut belum diimbangi dengan aktivitas operasional yang maksimal. Hingga saat ini, napas ekonomi di dalam gedung tersebut masih terganjal ketiadaan modal usaha.
Ketua KDMP Desa Babane, Andes Iswandi, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung dilakukan secara mandiri oleh pihak koperasi. Bahkan, KDMP Desa Babane telah sukses melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang pertama pada Jumat (27/3/2026)
sebagai bentuk tertib administrasi.
Meski demikian, pengurus mengaku tidak bisa berbuat banyak belum adanya suntikan modal yang seharusnya diperbantukan oleh pemerintah.
“Kami memiliki komitmen penuh untuk menjalankan usaha ini. Jika pemerintah segera memberikan dukungan permodalan, kami yakin aktivitas ekonomi akan berjalan maksimal,” ujar Andes Iswandi atau biasa disapa Andi
Andi menambahkan, modal awal tersebut sangat penting untuk membuka peluang kolaborasi dengan sektor lain. Salah satunya adalah memanfaatkan keberadaan mitra dua SPPG di Desa Babane yang bisa menjadi mitra strategis.
Tidak tanggung-tanggung, KDMP Desa Babane menyatakan kesiapannya mengelola unit usaha skala besar, mulai dari pangkalan LPG hingga pembangunan SPBU, asalkan diberikan kemudahan izin dan mandat oleh pemerintah.
Pihak pengurus koperasi menyarankan pemerintah segera mengimplementasikan komitmennya, terutama dalam menjembatani kerja sama dengan perusahaan besar seperti Pupuk Indonesia. Kerja sama ini dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal melalui wadah KDMP.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BPD Desa Babane, Theofilus Toni Andrianto, juga memberikan dukungannya agar potensi koperasi ini segera dioptimalkan demi kesejahteraan warga desa.
Kendala SDM di Kabupaten Bengkayang.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Paulus Acap, mengakui sedikit adanya keterlambatan perkembangan KDMP di Kabupaten Bengkayang. Menurutnya, persoalan utama terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM).
“Selama ini Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bengkayang lambat berjalan karena beberapa persoalan, terutama SDM pengurus yang belum terpenuhi secara maksimal,” jelas Paulus Acap.
Meski begitu, ia menyatakan bahwa jika KDMP di Bengkayang sudah mendapatkan dana modal usaha, prioritas utamanya adalah untuk pengadaan alat produksi.
“Dana tersebut nantinya harus didorong digunakan untuk membeli kebutuhan alat produksi usaha, seperti mesin pengolah jagung yang menjadi produk unggulan di sini,” tambahnya.
Sebagai informasi, Desa Babane merupakan salah satu dari 122 desa dan dua kelurahan di Kabupaten Bengkayang yang sudah memiliki gedung koperasi sendiri. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah untuk segera menurunkan bantuan modal agar gedung megah tersebut tidak sekadar menjadi monumen kosong.
Penulis : Kurnadi
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






