Konser BTS di Seoul Diwarnai Pengetatan Keamanan
Suara Kalbar – Konser gratis dalam rangka merayakan comeback akbar grup K-Pop terkenal Bang Tan Sonyeo (BTS) bertajuk “Arirang” yang digelar di Gwanghamun Square, Sabtu (21/3/2026) tak berjalan mulus meski otoritas setempat telah mengupayakan pengamanan maksimal.
Aparat kepolisian menghentikan paksa sejumlah orang yang kedapatan membawa barang-barang yang berpotensi berbahaya.
Menurut laporan kantor berita Korea Daily, sekitar pukul 17.26 waktu setempat, polisi menahan seseorang bernama Kwon berusia 55 tahun yang terdeteksi membawa senjata gas dan alat kejut listrik saat melewati detektor logam di dekat gedung Kyobo Life di Jongno-gu, Seoul. Akhirnya ia digiring dan ditahan di kantor polisi terdekat, dikutip dari Allkpop, Minggu (22/3/2026),
Sebagai informasi, Di Korea Selatan, kepemilikan senjata gas memerlukan izin dari kepala polisi setempat. Pemohon harus berusia minimal 20 tahun dan tidak memiliki kondisi khusu yang dapat membuat diskualifikasi seperti penyakit mental atau catatan kriminal untuk pelanggaran kekerasan.
Izin kepemilikan senjata dapat dikeluarkan melalui kantor polisi atau penjual resmi, dan pelanggaran dapat mengakibatkan hukuman berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Senjata Api, Pisau, dan Bahan Peledak.
Kwon beralibi ia membawa senjata tersebut bukan untuk mengacaukan acara konser BTS, melainkan hanya sebagai alat perlindungan pribadinya.
“Saya terlibat dalam gugatan selama enam tahun setelah ditipu, dan saya membawa barang-barang ini untuk keselamatan pribadi. Saya sedang dalam perjalanan untuk bertemu pengacara di gedung sebelah,” ujar Kwon.
Polisi saat ini sedang memverifikasi apakah barang-barang bela diri yang dibawanya diizinkan secara hukum dan menentukan tindakan selanjutnya.
Selain Kwon, di pos pemeriksaan lain, polisi juga menyita pisau lipat untuk berkemah disita sebagai barang berbahaya dari seorang turis asal Jerman bernam Hackers.
“Saya biasanya membawanya di ransel saya, tetapi pisau itu terdeteksi oleh detektor logam dan disita. Saya mengerti itu aturannya, tetapi tidak biasa mengalami keamanan seketat ini di kota, jadi itu mengejutkan,” kata Hackers.
Sebelumnya, polisi di pusat komando konser BTS terpadu di Sejong Center for the Performing Arts melaporkan mendeteksi pisau dapur dengan detektor logam milik seorang koki. Beberapa orang lainnya juga dihentikan aparat saat mencoba membawa pisau kecil di ransel mereka. Mereka mengaku hanya bermaksud mengupas buah saat jalan-jalan, tetapi tetap ditahan oleh pihak berwenang.
Polisi menekankan, langkah-langkah keamanan yang ketat diterapkan untuk memastikan keselamatan semua pengunjung konser BTS.
Sumber: Beritasatu.com






