SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Dunia Kim Jong Un dan Lukashenko Teken Perjanjian Kerja Sama

Kim Jong Un dan Lukashenko Teken Perjanjian Kerja Sama

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko menghadiri upacara pertemuan resmi di Pyongyang, Korea Utara, Rabu, 25 Maret 2026. (AP/AP)

Suara Kalbar – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, resmi menandatangani perjanjian persahabatan dan kerja sama, Kamis (26/3/2026). Kesepakatan ini dicapai dalam kunjungan perdana Lukashenko ke Pyongyang yang disambut meriah.

Pertemuan dua pemimpin otoriter ini mempertegas posisi kedua negara yang berada di bawah sanksi berat Barat. Baik Korea Utara maupun Belarusia sama-sama merupakan pendukung utama Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Dalam sambutannya, Lukashenko menekankan pentingnya kerja sama negara-negara merdeka di tengah transformasi global. Ia menuduh kekuatan besar dunia secara terbuka melanggar norma hukum internasional.

“Negara-negara merdeka harus bekerja sama lebih erat untuk melindungi kedaulatan mereka dan meningkatkan kesejahteraan warga negara,” ujar Lukashenko seperti dikutip dari kantor berita negara Belarusia, Belta.

Senada dengan Lukashenko, Kim Jong Un menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah kepemimpinan Belarusia dalam memastikan stabilitas sosial, politik, dan pembangunan ekonomi. “Kami menentang tekanan tidak sah terhadap Belarusia dari Barat,” tegas Kim Jong Un.

Sebelumnya, Belta menayangkan momen hangat saat Kim dan Lukashenko berpelukan dalam upacara penyambutan mewah pada Rabu (25/3/2026). Acara tersebut dimeriahkan salvo artileri dan parade tentara di depan kerumunan besar warga yang mengibarkan bendera.

Selama kunjungan dua hari tersebut, Lukashenko yang telah memerintah Belarusia sejak 1994 juga mengunjungi Istana Matahari Kumsusan. Di tempat persemayaman ayah dan kakek Kim Jong Un itu, Lukashenko meletakkan karangan bunga atas nama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kunjungan ini dinilai para analis sebagai upaya memperkuat solidaritas di antara blok anti-Barat. Belarusia dan Korea Utara merupakan bagian dari dorongan yang dipimpin Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putin untuk menciptakan “dunia multipolar”.

Kedua negara telah memberikan bantuan signifikan kepada Moskow dalam perang Ukraina. Minsk berfungsi sebagai landasan peluncuran invasi, sementara Pyongyang diperkirakan telah mengirim ribuan tentara dan pasokan amunisi ke Rusia.

Selain kerja sama politik dan militer, kedua pihak sepakat bekerja sama di bidang pertanian, informasi, farmasi, dan makanan. Menteri Luar Negeri Belarusia Maxim Ryzhenkov menyebutkan adanya potensi impor produk kosmetik dari Korea Utara.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan