SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Honda Setop Motor Bensin 2040, Fokus ke Kendaraan Listrik

Honda Setop Motor Bensin 2040, Fokus ke Kendaraan Listrik

Honda akan menghentikan produksi motor bensin pada 2040, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mempercepat transisi ekosistem kendaraan listrik nasional. (Beritasatu.com/Wahyu Sahala Tua)

Suara Kalbar – Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda, resmi mengumumkan peta jalan ambisius untuk menghentikan produksi sepeda motor bertenaga bensin (ICE) sepenuhnya pada tahun 2040. Langkah ini muncul di tengah dorongan kuat Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan percepatan transisi ekosistem kendaraan listrik demi melepaskan ketergantungan Indonesia pada impor energi.

Berdasarkan rencana strategi bisnis perusahaan, dikutip Rideapart, Sabtu (21/3/2026),  Honda akan mengalihkan seluruh lini produk roda duanya ke model listrik murni dan teknologi sel bahan bakar hidrogen dalam dua dekade ke depan. Sebagai langkah awal, Honda menargetkan peluncuran 10 model kendaraan listrik baru pada tahun 2025.

“Honda bertujuan mencapai penjualan 1 juta sepeda motor listrik pada tahun 2026 dan meningkatkannya menjadi 3,5 juta unit per tahun pada tahun 2030,” tulis laporan strategi perusahaan. Angka tersebut setara dengan 15% dari total penjualan global Honda. Untuk memuluskan transisi ini, investasi sebesar 5 triliun yen (sekitar Rp518 triliun) telah disiapkan khusus untuk penelitian dan pengembangan (R&D) elektrifikasi.

Sejalan dengan manuver industri tersebut, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa masa depan otomotif Indonesia harus berbasis listrik, dengan sumber energi yang berasal dari kekayaan alam domestik seperti tenaga surya.

“Saya ingin listriknya itu dari matahari. Kenapa? Kalau kita mau pakai mobil berbahan bakar combustion engine, mobil bensin atau solar, kita tetap bergantung pada impor,” tegas Presiden Prabowo dalam sesi tanya jawab di Hambalang, Jawa Barat, Kamis (19/03).

Menurut Presiden, transformasi ini bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan solusi atas akar masalah ekonomi nasional.

“Waduh, savings-nya (penghematan) luar biasa. Luar biasa. Kalau strategi kita benar, keinginan kita ada, Insyaallah kita bisa hidupkan lagi industrialisasi,” tambahnya.

Salah satu titik temu utama antara visi pemerintah dan strategi Honda terletak pada sistem baterai. Honda tengah memfokuskan pengembangan pada Mobile Power Pack, sistem baterai yang dapat ditukar (swappable) yang direncanakan meluncur tahun ini.

Sistem ini dinilai sangat relevan dengan keinginan Presiden Prabowo untuk mengoptimalkan energi surya. Dengan stasiun penukaran baterai yang bisa diisi ulang menggunakan panel surya, ketergantungan pada energi fosil maupun impor BBM dapat ditekan secara signifikan.

Berdasarkan peta jalan yang diumumkan, Honda menargetkan proporsi kendaraan listrik dan sel bahan bakar mencapai 40% pada 2030, meningkat menjadi 80% pada 2035, hingga akhirnya mencapai 100% pada 2040.

Integrasi antara komitmen investasi Honda dan kebijakan hilirisasi energi Presiden Prabowo ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya ekosistem transportasi hijau yang mandiri secara ekonomi di Indonesia.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan