SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle 5 Tanda Anak Kekurangan Protein yang Sering Diabaikan

5 Tanda Anak Kekurangan Protein yang Sering Diabaikan

Ilustrasi anak demam (Freepik)

Suara Kalbar – Anak-anak yang kekurangan protein sering kali menunjukkan gejala fisik dan emosional seperti kelelahan kronis, pertumbuhan yang lambat, hingga sistem kekebalan tubuh yang buruk. Protein merupakan fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan otot, memperkuat imunitas, serta mendukung produksi hormon dan enzim esensial.

Dikutip dari Times of India, ketika tubuh anak kekurangan nutrisi vital ini, sistem internal mereka akan mengirimkan sinyal peringatan. Berikut adalah beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai orang tua:

1. Kelelahan Kronis dan Kurang Energi

Anak yang kekurangan protein biasanya tampak sangat lelah, kesulitan mempertahankan aktivitas fisik, dan cepat merasa lemas. Protein adalah makronutrisi penyedia energi jangka panjang. Defisiensi nutrisi ini secara otomatis memicu kelesuan karena tubuh kekurangan “bahan bakar” untuk menjaga stamina.

Saran Ahli: Lengkapi diet harian anak dengan makanan kaya protein seperti telur, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan produk susu.

2. Pertumbuhan Fisik yang Melambat

Protein membantu tubuh membangun fondasi tulang, otot, dan jaringan. Jika asupan protein tidak mencukupi, peningkatan tinggi dan berat badan anak tidak akan berjalan optimal. Salah satu indikator sederhana adalah ukuran pakaian anak yang tidak berubah atau tetap muat selama berbulan-bulan. Jika ini terjadi, segera konsultasikan ke ahli gizi untuk penyesuaian pola makan.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Apakah si kecil sering terserang flu atau butuh waktu lama untuk pulih dari sakit? Ini bisa menjadi tanda sistem imun yang rapuh akibat kurang protein. Nutrisi ini berperan krusial dalam pembentukan antibodi untuk melawan virus dan bakteri. Tanpa protein yang cukup, anak lebih rentan mengalami demam berulang dan batuk terus-menerus.

4. Kerusakan Rambut, Kuku, dan Kulit

Kesehatan rambut, kulit, dan kuku sangat bergantung pada keratin, yang merupakan salah satu jenis protein. Tanda-tanda awal defisiensi yang bisa diamati meliputi rambut yang menipis dan rapuh, kuku mudah patah, serta tekstur kulit yang kering, kasar, atau bersisik. Memberikan camilan tinggi protein dapat membantu memperbaiki kondisi ini secara bertahap.

5. Hilangnya Nafsu Makan dan Perubahan Suasana Hati

Gejala yang sering tidak disadari adalah menurunnya nafsu makan. Saat kekurangan protein, metabolisme tubuh melambat untuk menghemat energi, sehingga rasa lapar jarang muncul. Selain itu, anak mungkin menjadi mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, dan mengalami perubahan suasana hati karena protein berperan penting dalam menstabilkan kadar gula darah serta fungsi otak.

Kebutuhan Protein Anak Berdasarkan Usia

Untuk mencegah dampak jangka panjang, pastikan asupan protein harian anak terpenuhi sesuai standar kesehatan:

  • Usia 4–9 tahun: Membutuhkan sekitar 19 gram protein per hari.
  • Usia 9–13 tahun: Membutuhkan sekitar 34 gram protein per hari.

Menjaga keseimbangan nutrisi sejak dini adalah investasi terbaik bagi masa depan dan kualitas hidup anak.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan