SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Terlalu Sering Makan Bubur, Lambung Bisa “Malas”

Terlalu Sering Makan Bubur, Lambung Bisa “Malas”

Ilustrasi orang terkena asam lambung atau gerd (Freepik/Istimewa)

Suara Kalbar – Menjaga kesehatan lambung sering kali dianggap sebagai upaya melindungi organ tersebut dengan makanan yang sangat lunak. Namun, tren pola makan yang terlalu aman justru bisa menjadi bumerang. Mempertahankan pola makan yang terlalu lunak dan monoton dalam jangka waktu lama ternyata dapat membuat perut menjadi “malas” dan kehilangan fungsi aslinya.

Dr Hoang Hien, spesialis penyakit dalam dan resusitasi gawat darurat menjelaskan bahwa lambung tidak membutuhkan perlindungan yang ekstrem. Sebaliknya, organ pencernaan ini memerlukan stimulasi yang tepat, fungsi yang teratur, dan pemeliharaan keseimbangan dinamis.

Dalam catatan medisnya, Hoang sering menemui pasien yang mengaku “menyehatkan perut” hanya dengan makan bubur, menghindari daging, dan rutin makan biskuit soda. Ia memperingatkan. “Jika perut hanya harus memproses makanan yang terlalu lunak, terlalu monoton, dan terlalu aman dalam waktu lama, itu akan seperti otot yang tidak dilatih, secara bertahap menjadi lebih lemah,” katanya.

Berdasarkan rangkuman para ahli medis, berikut adalah kebiasaan yang tampak baik namun berisiko membahayakan perut Anda.

Makan Bubur Terus-menerus

Mengonsumsi bubur dalam jangka waktu lama membuat lambung kehilangan kemampuan kontraksi alaminya. Dokter menyarankan, setelah gejala gangguan pencernaan akut mereda, pasien harus secara bertahap kembali ke pola makan normal.

Minum Susu Secara Berlebihan

Bagi sebagian orang, susu justru dapat memicu peningkatan asam lambung yang signifikan dan memperburuk rasa tidak nyaman di perut.

Ketergantungan pada Soda Kue

Soda kue (crackers) hanya menetralkan asam lambung untuk sementara karena sifatnya yang basa. Jika dikonsumsi berlebihan, keseimbangan alami kadar asam lambung justru akan terganggu.

Asal Mengonsumsi Jahe

Jahe memang menghangatkan, namun hanya cocok untuk kondisi “perut dingin” (kurang kontraksi). Bagi pemilik “perut panas,” jahe justru bisa meningkatkan sensasi terbakar di dada (heartburn).

Vegetarianisme Tanpa Protein Seimbang

Regenerasi mukosa (lapisan) lambung sangat membutuhkan protein. Pola makan vegetarian jangka panjang yang miskin protein akan menghambat kemampuan lambung untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Hoang Hien menekankan bahwa inti dari perawatan lambung bukanlah sekadar menghindari makanan, melainkan memulihkan fungsinya secara optimal melalui langkah berikut.

Jadwal Makan Teratur: Konsistensi waktu makan sangat krusial bagi ritme lambung.

  • Kunyah dengan Saksama: Mengunyah hingga halus mengurangi beban mekanis pada lambung.
  • Nutrisi Seimbang: Pastikan asupan protein tercukupi untuk perbaikan jaringan organ.
  • Batasi Stimulan: Kurangi makanan terlalu berlemak dan pedas yang bersifat iritatif.
  • Pengelolaan Stres: Lambung adalah “organ emosi”. Suasana hati yang tidak stabil akan langsung mengganggu proses pencernaan.Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan