SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas TPA Sambas Overload, Perkim LH Akui Pengelolaan Belum Optimal

TPA Sambas Overload, Perkim LH Akui Pengelolaan Belum Optimal

Dua TPA di Kabupaten Sambas kini mengalami kelebihan kapasitas. Dari total 394 ton sampah per hari, baru sekitar 100 ton yang mampu terkelola. SUARAKALBAR.CO.ID/Serawati

Sambas (Suara Kalbar) – Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Sambas mengungkapkan bahwa kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di daerah tersebut belum memadai untuk menampung volume sampah yang terus bertambah setiap hari. Keterbatasan daya tampung menjadi tantangan utama dalam pengelolaan persampahan di wilayah itu, Senin (16/2/2026).

Saat ini, dua TPA utama yang dimiliki Kabupaten Sambas bahkan dilaporkan sudah mengalami kelebihan kapasitas. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada efektivitas pengelolaan sampah jika tidak segera diatasi.

Kepala Dinas Perkim LH Sambas, Daeng Wahyudi Kumbri, mengatakan persoalan mendasar yang dihadapi adalah minimnya ketersediaan volume TPA yang layak. Menurutnya, fasilitas yang ada saat ini belum mampu mengimbangi tingginya produksi sampah.

“Daya tampung TPA yang kita miliki sekarang sudah tidak sebanding dengan jumlah sampah yang masuk setiap hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Sambas hanya terdapat dua TPA dengan kapasitas besar, yakni TPA Sorat dan TPA Salatiga. Namun, kedua lokasi tersebut kini berada dalam kondisi overload.

Ia mengatakan bahwa TPA Sorat melayani pembuangan sampah dari wilayah Sambas, Sebawi, dan Kecamatan Tebas. Sementara itu, TPA Salatiga menangani sampah dari sebagian Tebas, Semparuk, Pemangkat, Salatiga, hingga Selakau dan Selakau Timur, khususnya kawasan jalur pantura.

“Wilayah layanan TPA Salatiga cukup luas karena mencakup daerah sepanjang jalur pantura dan sekitarnya,” jelasnya.

Selain persoalan daya tampung, keterbatasan anggaran juga menjadi hambatan dalam optimalisasi pengelolaan sampah. Ia menyebut kondisi ini tidak hanya terjadi di Sambas, melainkan juga menjadi persoalan yang dibahas bersama daerah lain di Kalimantan Barat dalam forum koordinasi.

Berdasarkan data Perkim LH, timbulan sampah di Kabupaten Sambas diperkirakan mencapai kurang lebih 394 ton setiap hari yang berasal dari 19 kecamatan. Akan tetapi, dari total tersebut, volume sampah yang dapat diangkut dan dikelola secara rutin baru berkisar 100 ton lebih per hari.

“Dari total hampir 400 ton sampah per hari yang dihasilkan seluruh kecamatan, yang dapat kami tangani baru sekitar seperempatnya,” pungkasnya.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan