Program Gentengisasi Presiden Prabowo, Pemkab Sambas Masih Menanti Regulasi Resmi
Sambas (Suara Kalbar) – Rencana Program Gentengisasi yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto mulai mendapat perhatian pemerintah daerah. Namun, di Kabupaten Sambas, pelaksanaannya masih menunggu kepastian, menyusul belum adanya arahan resmi dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat sebagai dasar pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Sambas, Daeng Wahyudi Kumbri, mengatakan, sampai saat ini Dinas Perkim LH Kabupaten Sambas belum menerima regulasi maupun petunjuk teknis sebagai dasar pelaksanaan program tersebut di daerah. Menurutnya, kejelasan aturan sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat menindaklanjuti program secara tepat.
“Sejauh ini kami belum menerima regulasi atau petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait program gentengisasi tersebut,” ujar Daeng Wahyudi, Sabtu (7/2/2026).
Ia mengungkapkan, informasi mengenai program gentengisasi baru diketahui pihaknya melalui pemberitaan di media massa. Oleh karena itu, Dinas Perkim LH masih menunggu arahan lanjutan dari kementerian terkait sebelum mengambil langkah konkret.
“Informasi yang kami dapatkan masih sebatas dari pemberitaan media, sehingga kami memilih menunggu arahan resmi sebelum melangkah lebih jauh,” katanya.
Menurut Daeng Wahyudi, langkah yang dilakukan saat ini adalah mengawal dan menunggu kebijakan serta regulasi yang nantinya akan ditetapkan pemerintah pusat, termasuk petunjuk teknis pelaksanaan program di daerah.
Ia menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik rencana program gentengisasi tersebut. Menurutnya, program yang diinisiasi langsung oleh Presiden berpotensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya kami mendukung, karena program ini sangat baik dan dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi rumah masyarakat di Kabupaten Sambas saat ini sebagian besar masih menggunakan atap seng, sementara penggunaan atap genteng masih tergolong minim.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, sebagian besar rumah warga masih menggunakan atap seng. Penggunaan genteng masih sangat sedikit,” pungkasnya.
Penulis: Serawati
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






