PKK dan YKI Kalbar Ajak Perkuat Dukungan Penderita Kanker dan Anak
Pontianak (Suara Kalbar) — Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia (International Childhood Cancer Day) menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker pada anak, pentingnya deteksi dini, akses pengobatan yang setara, serta dukungan moral bagi anak-anak pejuang kanker dan keluarganya.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa anak-anak dengan kanker memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan.
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Sedunia Tahun 2026, RSUD dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan edukatif dan sosial bertema “Demonstrating Impact Challenge to Change” di Aula Kadariyah RSUD dr. Soedarso, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kalbar.
Sebelum acara dimulai, anak-anak pejuang kanker dihibur dengan atraksi barongsai, naga, serta pertunjukan sulap yang menciptakan suasana ceria dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias menikmati hiburan yang disiapkan khusus untuk mereka.
Dalam sambutannya, Donata menegaskan bahwa kanker pada anak merupakan tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.
“Kanker pada anak bukan hanya persoalan medis, tetapi juga menyangkut aspek psikologis, sosial, dan ekonomi keluarga. Karena itu, penanganannya memerlukan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa anak-anak penyintas kanker adalah simbol kekuatan dan harapan.
“Setiap anak yang berjuang melawan kanker adalah pahlawan kecil yang mengajarkan kita arti kekuatan sejak usia dini,” ucapnya.
Donata juga menekankan pentingnya deteksi dini serta kolaborasi lintas sektor.
“Deteksi dini dan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan. Kita perlu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, dan masyarakat untuk memberikan dukungan psikososial yang berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa stigma dan rasa takut berlebihan di masyarakat dapat memengaruhi kondisi psikologis anak dan keluarga.
“Momentum Hari Kanker Anak Sedunia ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghapus stigma dan menumbuhkan harapan bagi masa depan mereka,” tutup Donata.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalbar, Windy Prihastari, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi refleksi atas ketangguhan anak-anak pejuang kanker.
“Momentum ini mengingatkan kita bahwa anak-anak yang masih sangat kecil mampu menunjukkan kekuatan luar biasa dalam menghadapi penyakitnya,” ungkapnya.
Windy menegaskan pentingnya dukungan tidak hanya bagi anak, tetapi juga keluarga yang mendampingi proses pengobatan.
“Kita harus terus mendukung anak-anak penyintas kanker serta orang tua mereka yang mendampingi proses pemulihan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam edukasi kanker di Kalimantan Barat.
“Kami dari Yayasan Kanker Indonesia berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalbar, TP PKK, tenaga kesehatan, dan komunitas peduli kanker yang terus berkolaborasi dalam sosialisasi, edukasi pencegahan, dan deteksi dini kanker,” katanya.
Windy menambahkan bahwa pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
“Semakin dini kanker terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhan. Edukasi tentang pola hidup sehat harus terus dilakukan,” pungkasnya.
Ia juga mengingatkan proyeksi WHO terkait peningkatan kasus kanker global.
“Kasus kanker secara global diperkirakan meningkat sekitar 35 persen pada tahun 2040. Ini menjadi pengingat agar kita lebih peduli terhadap kesehatan sejak sekarang,” tutupnya.
Melalui peringatan Hari Kanker Anak Sedunia ini, TP PKK Provinsi Kalimantan Barat bersama Yayasan Kanker Indonesia dan RSUD dr. Soedarso berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, stigma terhadap anak dengan kanker dapat dihapus, serta dukungan bagi para pejuang cilik terus menguat.
Penulis: Fadhil/r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






