Pengamat Ingatkan Risiko Korupsi Digital di Balik Coretax
Jakarta (Suara Kalbar)- Pemerintah menyiapkan Coretax administration system sebagai tulang punggung reformasi perpajakan 2026 untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan penerimaan negara. Sistem digital ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta mempersempit ruang praktik penyimpangan dalam tata kelola pajak nasional.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengingatkan, secanggih apa pun teknologi, hasilnya tidak akan maksimal tanpa perubahan mentalitas dan pengawasan yang kuat. Menurutnya, digitalisasi pajak justru berisiko memindahkan praktik korupsi dari ruang tatap muka ke manipulasi data di dalam sistem.
“Coretax itu sudah benar, tetapi kita lihat nanti apakah benar-benar bisa membantu? Karena sifatnya digital itu untuk membantu masyarakat, bukan menjerumuskan. Masalahnya, siapa yang awasi? Maling itu di mana pun lebih canggih dari penegak hukum. Jangan sampai ini hanya memindahkan praktik korupsi menjadi permainan sistem atau peretasan data di belakang layar,” tegas Agus saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (1/2/2026).
Agus juga menyoroti persoalan teknis yang sempat muncul saat masa uji coba sistem Coretax, yang menurutnya menunjukkan masih adanya kelemahan dalam kesiapan infrastruktur digital perpajakan. Ia menilai, transparansi sejati baru terwujud apabila masyarakat dapat mengakses dan memantau data pembayaran pajak, khususnya dari perusahaan besar dan konglomerat, secara terbuka dan akuntabel.
Selain itu, Agus mengingatkan agar Coretax tidak justru menjadi alat tekanan baru bagi wajib pajak kecil dan pelaku UMKM, sementara wajib pajak besar masih dapat mencari celah teknis melalui konsultan pajak.
Menurutnya, keberhasilan Coretax baru dapat diukur secara nyata pada akhir 2026, apabila sistem ini benar-benar mampu menutup ruang negosiasi ilegal, memperkuat penegakan hukum, serta memulihkan kepercayaan publik yang selama ini terkikis akibat maraknya kasus korupsi aparat pajak.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






