Nilai Ringgit Naik, Peluang Kerja Malaysia Jadi Incaran Warga Perbatasan Sambas
Sambas (Suara Kalbar) – Menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap Rupiah menjadi magnet ekonomi bagi masyarakat yang bermukim di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas. Situasi ini mendorong sebagian warga untuk mencari peluang kerja di Malaysia sebagai upaya meningkatkan penghasilan keluarga.
Salah seorang warga Kecamatan Sajingan Besar, Nana, mengatakan saat ini dirinya sedang berupaya mendapatkan pekerjaan di Negeri Jiran. Kecamatan Sajingan Besar diketahui merupakan wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga mobilitas warga untuk bekerja ke negara tetangga tersebut cukup tinggi.
Menurut Nana, selisih nilai tukar mata uang menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan warga perbatasan untuk bekerja di luar negeri.
“Nilai Ringgit sekarang jauh lebih tinggi dibandingkan Rupiah, jadi hasil kerja di sana lebih terasa manfaatnya,” ungkapnya, Jumat (6/2/2026).
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan anggota keluarganya yang lebih dahulu bekerja di Malaysia. Bahkan, dirinya juga meminta bantuan agar dicarikan pekerjaan yang memungkinkan untuk segera berangkat.
“Saya sudah kontak keluarga yang di sana, di Malaysia, minta tolong dicarikan pekerjaan,” katanya.
Nana menceritakan, minat masyarakat perbatasan Sambas untuk bekerja di Malaysia kian meningkat seiring nilai tukar Ringgit Malaysia yang saat ini berada di atas Rp4.000, yakni sekitar Rp4.270 per satu Ringgit. Nilai tersebut diketahui mengalami tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir.
Nana menambahkan, keinginan untuk bekerja di Malaysia tidak hanya dirasakan dirinya, tetapi juga oleh kerabat serta warga lain di sekitar wilayah perbatasan.
“Bukan cuma saya, banyak juga warga di sini yang ingin bekerja ke Malaysia karena faktor ekonomi,” ujarnya.
Ia menilai, jika penguatan nilai tukar Ringgit Malaysia terus berlanjut, hal tersebut dapat memberikan dampak positif bagi keluarga di wilayah perbatasan yang menggantungkan penghasilan dari luar negeri.
“Kalau Ringgit tetap kuat, tentu sangat membantu ekonomi keluarga dan kesejahteraan rumah tangga,” pungkasnya.
Penulis: Serawati






