Menyikat Gigi Terlalu Keras Bisa Berbahaya, Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Suara Kalbar – Menjaga kebersihan mulut adalah kunci kesehatan, tetapi teknik yang salah justru bisa menjadi bumerang. Para ahli memperingatkan bahwa menyikat gigi terlalu keras atau pada waktu yang tidak tepat dapat memicu erosi enamel, penyusutan gusi, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Asosiasi Dokter Gigi Amerika (ADA) merekomendasikan durasi menyikat gigi selama dua menit, sebanyak dua kali sehari. Sayangnya, banyak orang terjebak mitos bahwa tekanan kuat dan durasi lama akan membuat gigi lebih bersih. Padahal, kebiasaan “menyikat kasar” ini memberikan kerusakan permanen pada struktur gigi.
Tekanan berlebihan dalam jangka panjang secara langsung menyebabkan erosi pada leher gigi, ditandai dengan munculnya alur berbentuk V di dekat garis gusi. Kondisi ini membuat lapisan dentin kuning terekspos, yang memicu sensitivitas tinggi terhadap suhu panas maupun dingin.
Lebih jauh lagi, cara menyikat yang agresif menyebabkan gusi menyusut sehingga akar gigi terpapar. Celah ini menjadi pintu masuk bakteri yang meningkatkan risiko gigi berlubang dan penyakit periodontal.
“Jika Anda mengalami pendarahan saat menyikat gigi, itu bisa menjadi tanda menggunakan terlalu banyak tenaga atau tanda peringatan dini gingivitis,” ungkap para ahli dalam laporan kesehatan gigi terbaru.
Masalah kesehatan mulut tidak berhenti di area gusi saja. Penelitian menunjukkan adanya kaitan erat antara kebersihan mulut yang buruk dengan risiko stroke dan penyakit jantung. Bakteri penyebab penyakit gusi dapat masuk ke aliran darah dan berkontribusi pada pembentukan plak aterosklerotik.
Selain itu, infeksi mulut kronis dikaitkan dengan sindrom Alzheimer. Orang dengan penyakit periodontal memiliki risiko penurunan daya ingat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, teknik menyikat gigi yang tepat bukan sekadar soal estetika, melainkan langkah proteksi otak di usia lanjut.
Teknik Menyikat Gigi yang Benar
Untuk menghindari kerugian medis, ikuti langkah-langkah standar berikut:
- Pilih Alat yang Tepat: Gunakan sikat berbulu lembut atau sikat gigi elektrik dengan sensor tekanan.
- Posisi Sudut: Letakkan sikat pada sudut 45 derajat terhadap garis gusi.
- Gerakan Getaran: Hindari menyapu horizontal seperti gergaji. Gunakan gerakan melingkar pendek atau getaran lembut.
- Durasi 2-2-2: Sikat 2 kali sehari, selama 2 menit, dengan pembagian 30 detik untuk tiap sudut rahang.
- Ganti Berkala: Ganti sikat gigi setiap tiga bulan atau saat bulu sikat mulai mekar.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






