Menuju Indonesia Emas 2045: Pemuda Kalbar Harus Bersemangat, Berani, dan Berbudaya
Pontianak (Suara Kalbar) – Guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menggelar diskusi terfokus dengan salah satu sub tema nya “Muda, Berani, dan Berbudaya: Membangun Kesadaran Generasi Muda Kalimantan Barat.” Acara ini menghadirkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar, Prof. Dr. Ibrahim, MA, sebagai narasumber disebuah Hotel di Pontianak, Selasa (10/2/2026) pagi.
Dalam paparannya, Prof. Ibrahim menekankan pentingnya kesadaran kolektif pemuda di tengah fenomena Bonus Demografi. Berdasarkan data, pada tahun 2025 jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia mencapai 199,28 juta jiwa atau sekitar 68,92% dari total populasi.
“Pemuda adalah pemegang kendali keberhasilan bonus demografi ini. Kalian adalah agen perubahan, pembangunan, dan pembaharuan yang memiliki fisik kuat serta semangat tinggi untuk menentukan arah masa depan bangsa,” ujar Guru Besar Ilmu Komunikasi Islam IAIN Pontianak tersebut.
Guru Besar Ilmu Komunikasi Islam dan Antarbudaya IAIN Pontianak ini menjelaskan bahwa menjadi “Muda” dan “Berani” saja tidaklah cukup. Generasi muda harus memiliki benteng budaya yang kuat sebagai identitas diri.
Muda (Pe-muda); masa penentu untuk tumbuh menjadi generasi yang siap mengemban estafet kepemimpinan.
Berani; dimana pemuda harus memiliki keberanian yang tangguh dalam berjuang dan berkompetisi di tengah ketatnya persaingan hidup.
Berbudaya; dimana pemuda harus mampu mengukuhkan norma sosial dan nilai agama sebagai benteng pertahanan diri dari pengaruh negatif globalisasi.
“Pemuda bukan hanya perlu keberanian yang tangguh dalam berjuang, tapi mesti memiliki benteng budaya—baik norma sosial maupun nilai agama—yang juga kuat,” tegas Prof. Ibrahim.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang mengintai integrasi bangsa, mulai dari pengaruh globalisasi informasi hingga persoalan sosial-politik-agama. Sebagai solusinya, Prof. Ibrahim mendorong pemuda untuk menguasai dua aspek penting secara beriringan, IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAK (Iman dan Taqwa).
Generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 adalah mereka yang kreatif, inovatif, dan berkarakter—memiliki rasa nasionalisme tinggi namun tetap moderat dalam beragama.
Pemuda Hari Ini, Pemimpin Masa Depan
Menutup paparannya, Prof. Ibrahim mengutip pepatah Arab yang menekankan betapa krusialnya peran pemuda: “Syubbanul yaum rijalul ghad” (Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan). Ia mengingatkan bahwa maju mundurnya suatu bangsa berada di tangan dan langkah kaki para pemudanya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Divisi Humas Mabes POLRI ini diharapkan dapat memicu semangat pemuda di Kalimantan Barat untuk terus melestarikan budaya lokal sambil tetap terbuka terhadap kemajuan zaman demi menjaga integritas NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






