Kepengurusan KONI Pontianak Yang Baru Dilantik, Komitmen Transparansi dan Pembinaan Atlet
Pontianak (Suara Kalbar) Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pontianak masa bakti 2025–2029 resmi dilantik, Selasa (3/2/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KONI Kalimantan Barat, Daud Yordan.
Dalam kepengurusan yang baru ini, KONI Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk mengelola anggaran secara transparan serta mengutamakan pembinaan atlet dan cabang olahraga (cabor).
Ketua KONI Kota Pontianak yang baru dilantik, Herry Fadillah, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat pleno untuk melakukan evaluasi internal organisasi, terlebih menghadapi agenda penting Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dalam waktu dekat.
“Kami selepas ini akan mengadakan rapat pleno untuk evaluasi daripada KONI kota, mana yang harus kita perbaiki mana langkah yang akan kita ambil nanti, dimana tidak lama lagi KONI kota akan menghadapi Porprov,” ujar Herry.
Terkait pengelolaan anggaran, Herry menegaskan akan menggunakan dana secara optimal dan terbuka. Ia menyebut anggaran KONI Kota Pontianak akan difokuskan pada pembinaan atlet, sementara kebutuhan yang dinilai kurang prioritas akan dialihkan.
“Anggaran ini kita akan gunakan sebaik mungkin setransparant mungkin, kalau ada hal yang tidak terlalu penting akan kami geser, kami fokus masalah pembinaan para cabor, untuk karena itu anggaran yang ada kami akan laporkan setiap tahun kepada seluruh cabor, apa saja anggaran yang tiga miliar kami pergunakan di KONI kota supaya ada koreksi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan anggaran agar tidak menimbulkan persoalan hukum.
“Yang paling utama jangan sampai kita terlibat di masalah hukum, itu yang saya tekankan, maka dari itu saya akan gunakan anggaran ini dengan transparant dan seluruh pengurus harus tahu,” tegas Herry.
Sementara itu, Ketua KONI Kalimantan Barat, Daud Yordan, berharap KONI Kota Pontianak dapat terus bersinergi dalam membina atlet serta menyukseskan penyelenggaraan berbagai event olahraga.
“Besar harapan kami KONI Pontianak bersinergi untuk membina atlet yang ada di Kota Pontianak dan dalam penyelenggaraan event dan tentu banyak yang bisa kita sinergikan dengan pengurus KONI Kota Pontianak,” ujarnya.
Daud Yordan juga menilai transparansi menjadi kunci utama keberhasilan pembinaan atlet di Kalimantan Barat yang memiliki banyak potensi atlet berprestasi.
“Harus transparansi memang supaya pembinaan itu berjalan, kita tahu Kalbar banyak atlet berpotensi, daerah lain segan dengan Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Penulis: Fajar Bahari






