Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 20,3 Juta di 2025
Pontianak (Suara Kalbar) – Kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2025 tercatat solid dengan pertumbuhan signifikan jumlah investor, aktivitas transaksi, serta pencatatan efek baru. Hingga akhir tahun, total investor pasar modal Indonesia mencapai 20,3 juta investor atau tumbuh 36,67 persen dibandingkan 2024.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat, Ardhy Anto mengatakan, jumlah tersebut mencakup investor saham, obligasi, dan reksa dana. “Jumlah investor saham dan surat berharga lainnya meningkat lebih dari 2,2 juta investor, sehingga total investor saham kini mencapai 8,59 juta investor,” ujarnya.
Ia menambahkan, BEI menargetkan pada 2026 terdapat penambahan 2 juta investor baru, rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp15 triliun, serta ratusan pencatatan efek baru dari berbagai instrumen. “Target ini tentu membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan pasar modal,” katanya.
Dari sisi kinerja, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,10 persen year-to-date di level 8.644,26 dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp18,06 triliun. Sepanjang 2025, IHSG mencetak 24 kali rekor tertinggi dengan kapitalisasi pasar tertinggi mencapai Rp16 ribu triliun.
Di Kalimantan Barat, jumlah investor pasar modal meningkat menjadi 258.248 investor atau bertambah 71.173 investor sepanjang 2025. Selain itu, terdapat penambahan enam Galeri Investasi BEI sehingga total menjadi 32 galeri.
Sejalan dengan upaya mendorong perusahaan daerah masuk bursa, BEI menggelar Workshop Go Public di Pontianak, Jumat (6/2/2026), guna memberikan pemahaman terkait manfaat, proses, dan persiapan pencatatan saham perdana.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






