Herbal Kuno Tiongkok Ini Dinilai Efektif Atasi Kerontokan Rambut
Suara Kalbar – Masalah kerontokan rambut pola pria dan wanita, atau yang secara medis dikenal sebagai Androgenetic Alopecia (AGA), merupakan kondisi yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Meskipun obat-obatan seperti finasteride dan minoxidil sudah lama menjadi standar pengobatan, kekhawatiran akan efek samping jangka panjang memicu peningkatan minat terhadap solusi yang lebih holistik. Sebuah ulasan ilmiah terbaru kini menyoroti potensi besar dari Polygonum multiflorum.
Polygonum multiflorum bukanlah nama baru dalam dunia herbal, akar ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama lebih dari seribu tahun. Sejarah mencatat tanaman ini memiliki kemampuan untuk “menghitamkan rambut dan memberi nutrisi pada esensi tubuh.”
“Kini, sains modern mulai membedah bagaimana klaim kuno tersebut terbukti secara biologis melalui berbagai uji laboratorium,” tulis Science Daily, Selasa (10/2/2026).
Salah satu temuan menarik dalam ulasan ini adalah mekanisme kerja tanaman tersebut yang bersifat multidimensi. Jika pengobatan standar biasanya hanya fokus pada satu jalur biologis, Polygonum multiflorum bekerja melalui beberapa proses sekaligus. Tanaman ini mampu mengurangi dampak dihydrotestosterone (DHT), hormon yang bertanggung jawab atas penyusutan folikel rambut, sekaligus melindungi sel-sel rambut dari kematian dini.
Selain menghambat kerontokan, herbal ini juga mengaktifkan sistem persinyalan pertumbuhan kunci seperti jalur Wnt dan Shh. Aktivasi jalur ini sangat penting untuk memicu fase pertumbuhan rambut baru. Tidak hanya itu, ulasan tersebut mencatat adanya peningkatan sirkulasi darah di area kulit kepala, yang secara otomatis memperlancar pengiriman oksigen dan nutrisi ke akar rambut.
Han Bixian, penulis utama ulasan yang diterbitkan dalam Journal of Holistic Integrative Pharmacy, menyatakan bahwa studi ini merupakan jembatan antara kebijaksanaan kuno dan biologi modern. Menurutnya, catatan dari zaman Dinasti Tang menunjukkan konsistensi yang luar biasa dengan pemahaman ilmiah saat ini. Apa yang selama ini dianggap sebagai cerita rakyat, kini terkonfirmasi sebagai fakta farmakologi yang nyata.
Lebih dari sekadar memperlambat kerontokan, ulasan ini menekankan bahwa Polygonum multiflorum secara aktif mendukung regenerasi rambut. Dengan memengaruhi berbagai faktor pertumbuhan, tanaman ini menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan pengobatan konvensional yang hanya fokus pada satu target biologis saja.
“Ini memberikan harapan baru bagi mereka yang ingin menumbuhkan kembali rambut yang mulai menipis,” ujar Han Bixian.
Aspek keamanan juga menjadi poin krusial yang dibahas. Banyak pasien merasa enggan menggunakan obat kimia karena risiko efek samping seperti iritasi kulit kepala atau gangguan fungsi seksual. Ulasan ini menyebutkan bahwa jika diolah dengan benar sesuai prosedur tradisional, tanaman ini memiliki profil keamanan yang sangat baik, menjadikannya alternatif yang lebih dapat diterima oleh masyarakat luas.
Meski hasilnya sangat menjanjikan, para peneliti tetap memberikan catatan penting mengenai perlunya uji klinis berkualitas tinggi lebih lanjut. Hal ini diperlukan untuk memastikan dosis optimal dan efektivitas jangka panjang pada manusia. Namun, studi ini telah membuka pintu lebar bagi strategi pengobatan baru yang menggabungkan kekuatan alam dengan ketelitian sains modern untuk mengatasi masalah kebotakan.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






