SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Ketapang Dugaan Keracunan MBG di Marau, SPPI Perketat Pengawasan Dapur

Dugaan Keracunan MBG di Marau, SPPI Perketat Pengawasan Dapur

Kepala SPPI Kabupaten Ketapang Boby Nur Haliandi saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan program di wilayah Kecamatan Marau, Jumat (6/2/2026). (Suarakalbar.co.id/Agustiandi)

Ketapang (Suara Kalbar)- Kasus dugaan keracunan menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, menjadi peringatan serius bagi pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menegaskan akan memperketat pengawasan dapur agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala SPPI Kabupaten Ketapang, Boby Nur Haliandi menjelaskan, dugaan keracunan berkaitan dengan menu MBG yang disajikan pada Rabu, 4 Januari 2026. Reaksi keracunan baru dirasakan para penerima manfaat sehari kemudian, Kamis, 5 Januari 2026.

“Menu dikonsumsi tanggal 4 Januari, sementara reaksi keracunannya muncul keesokan harinya,” kata Boby, Jumat (6/1/2026).

Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, sampel makanan telah dibawa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang ke laboratorium guna dilakukan uji keamanan pangan. Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu proses analisis.

“Hasilnya belum bisa dipastikan kapan keluar. Kami masih menunggu hasil uji lab,” ujarnya.

Boby menyebutkan, sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Namun, dua orang masih menjalani perawatan lanjutan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang.

Dalam penanganan awal, keselamatan korban menjadi prioritas utama. Puskesmas Marau menangani para korban dengan dukungan tenaga medis dari sejumlah puskesmas terdekat. Selain itu, tenda darurat didirikan untuk menambah kapasitas ruang perawatan dan tempat tidur.

“Penanganan dilakukan secepat mungkin. Fokus utama kami adalah keselamatan dan pemulihan korban,” kata Boby.

Sebagai bentuk evaluasi dan penegakan disiplin, SPPI memberikan perhatian khusus kepada tiga unsur penting dalam pengelolaan dapur SPPG, yakni kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan dapur. Ketiganya dinilai memegang peran krusial dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan.

“Kalau tidak teliti, dampaknya bisa luas. Ini harus menjadi teguran keras, bukan hanya bagi dapur yang bermasalah, tetapi untuk seluruh dapur SPPG di Ketapang,” ujar Boby.

Sebagai langkah tegas, kepala dapur dan ahli gizi dapur MBG di Marau dikenai sanksi pemberhentian sementara. Operasional dapur tersebut juga ditutup untuk sementara waktu hingga proses evaluasi dan perbaikan selesai dilakukan.

Ke depan, SPPI menekankan pentingnya peningkatan kualitas secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan. Selain itu, sarana prasarana dapur serta sistem manajemen juga akan menjadi fokus pembenahan.

“Bahan baku pangan harus benar-benar diperhatikan dan diawasi ketat sejak awal. Kejadian ini menjadi peringatan serius agar pengawasan diperketat dan kualitas tetap terjaga,” kata Boby.

Penulis: Agustiandi

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan