Dinkes Sambas Peringatkan Bahaya Sampah Plastik di Danau Sebedang, Berisiko Picu Gangguan Kesehatan
Sambas (Suara Kalbar) – Persoalan pencemaran lingkungan di kawasan wisata Danau Sebedang, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas menjadi sorotan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas. Kepala Dinas Kesehatan Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, menilai penumpukan sampah plastik di sekitar danau berpotensi menimbulkan ancaman serius, baik bagi kesehatan masyarakat maupun keberlangsungan ekosistem danau.
Ia menjelaskan, dari aspek kesehatan lingkungan, sampah plastik yang menumpuk dapat mencemari air danau melalui proses pelapukan serta bercampur dengan limbah lainnya. Kondisi tersebut berisiko menurunkan kualitas air dan membahayakan masyarakat yang masih memanfaatkan air danau untuk berbagai aktivitas.
“Air yang sudah tercemar sangat mungkin mengandung bakteri, parasit, hingga zat kimia berbahaya. Ini tentu berisiko bagi kesehatan, terutama jika air danau digunakan untuk mandi, mencuci, atau bahkan sebagai sumber air baku,” ujar dr. Ganjar, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sampah plastik yang terpapar sinar matahari dan air dalam jangka panjang dapat terurai menjadi mikroplastik. Partikel kecil tersebut dikhawatirkan masuk ke tubuh manusia, baik melalui penggunaan air danau maupun melalui ikan yang dikonsumsi masyarakat.
“Mikroplastik ini tidak terlihat secara kasat mata, namun jika terpapar terus-menerus, dampaknya terhadap kesehatan manusia bisa sangat serius dalam jangka panjang,” katanya.
Selain itu, tumpukan sampah juga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit seperti nyamuk dan lalat. Menurut Ganjar, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit menular, terlebih Danau Sebedang merupakan destinasi wisata yang kerap ramai dikunjungi masyarakat.
“Lingkungan yang kotor sangat mudah menjadi sarang nyamuk dan lalat. Jika tidak ditangani dengan baik, ini bisa memicu munculnya berbagai penyakit,” tegasnya.
Ia menambahkan, pencemaran sampah plastik tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem danau. Sampah yang mengapung di permukaan air dapat menghambat masuknya cahaya matahari dan menurunkan kualitas air, sehingga mengancam kehidupan biota air.
Ia berharap adanya peran aktif seluruh pihak dalam menjaga kebersihan kawasan wisata Danau Sebedang. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Upaya bersama antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar Danau Sebedang tetap bersih, sehat, dan aman bagi semua,” pungkasnya.
Penulis: Serawati






