Daftar 10 Besar Produsen Mobil Dunia 2025, Ada Kejutan dari Tiongkok
Suara Kalbar – Daftar sepuluh besar produsen mobil dunia di tahun 2025 memang tidak diisi oleh nama-nama baru, namun terjadi pergeseran posisi yang signifikan di dalamnya. Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD dan Geely, berhasil merangkak naik dan menggeser dominasi pabrikan tradisional asal Amerika Serikat serta Jepang.
BYD kini resmi menduduki posisi keenam dunia setelah berhasil melampaui Ford. Sementara itu, Geely Group mencatatkan pertumbuhan yang sangat fantastis, melompat dari posisi kesepuluh langsung ke posisi kedelapan. Kenaikan ini mempertegas bahwa gelombang kendaraan listrik dan hibrida menjadi senjata utama pabrikan Tiongkok dalam menguasai pasar global.
Di puncak klasemen, Toyota Motor Company masih belum tergoyahkan untuk tahun keenam berturut-turut. Dengan penjualan mencapai 11,21 juta unit atau naik 4,8 persen, Toyota justru semakin memperlebar jarak keunggulannya atas Volkswagen Group yang berada di posisi kedua.
“Meskipun Volkswagen tetap bertahan, penjualannya sedikit terkoreksi sebesar 0,5 persen menjadi 8,68 juta unit,” tulis Car Expert, Minggu (15/2/2026).
Hyundai-Kia berhasil mengamankan posisi ketiga dengan pertumbuhan tipis. Menariknya, lini kendaraan listrik (EV) dan hibrida menjadi tumpuan pertumbuhan mereka. Hyundai-Kia mencatatkan peningkatan penjualan kendaraan ramah lingkungan yang signifikan, di mana total penjualan EV digabungkan dari kedua merek tersebut kini menjadi salah satu pilar kekuatan grup asal Korea Selatan ini di pasar internasional.
General Motors (GM) yang berada di posisi keempat menunjukkan performa yang beragam. Meskipun sempat mengalami penurunan di Amerika Selatan, GM berhasil menghentikan tren penurunan penjualan di pasar Tiongkok yang sangat kompetitif. Di Amerika Utara, performa mereka tetap solid dengan kenaikan penjualan sebesar 5,5 persen, menjaga posisi mereka tetap aman di jajaran elit otomotif.
Kisah berbeda datang dari BYD yang kini mengancam posisi lima besar. Lebih dari tiga perempat penjualan BYD terjadi di pasar domestik Tiongkok, di mana mereka mengukuhkan diri sebagai raja jalanan mengalahkan Volkswagen. Namun, kekuatan ekspor mereka juga tidak bisa diremehkan di mana pengiriman ke Eropa, Amerika Latin, dan Asia kini sudah menembus angka satu juta unit.
Sebaliknya, Ford harus rela turun satu peringkat ke posisi ketujuh. Divisi kendaraan penumpang mereka mengalami penurunan penjualan, meskipun divisi kendaraan listriknya (Model e) menunjukkan pertumbuhan pesat di pasar Eropa. Penurunan ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pabrikan lama dalam menyeimbangkan antara mesin bensin tradisional dengan transisi menuju era elektrik sepenuhnya.
Geely Group menjadi sorotan utama dengan lonjakan penjualan sebesar 23,4 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh merek-merek di bawah naungannya seperti Lynk & Co dan Zeekr. Meskipun merek Volvo yang juga milik Geely mengalami penurunan tipis, transisi Geely ke kendaraan plug-in hybrid dan EV yang tumbuh 58 persen menjadi bukti suksesnya strategi diversifikasi grup tersebut.
Di papan bawah sepuluh besar, Honda dan Nissan harus berjuang keras menghadapi penurunan pasar. Honda mencatatkan penurunan di hampir seluruh wilayah operasionalnya, terutama di Asia dan Amerika Utara. Kondisi serupa dialami Nissan yang masih terjebak dalam masalah finansial, di mana penjualan mereka merosot tajam di Jepang dan Tiongkok, menyisakan Amerika Utara sebagai satu-satunya wilayah yang masih tumbuh positif.
Pergeseran ini mengirimkan pesan kuat bagi industri otomotif global. Efisiensi produksi dan kecepatan dalam mengadopsi teknologi elektrik telah menjadi pembeda utama. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, wajah lima besar produsen mobil dunia akan didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang paling gesit dalam berinovasi di bidang energi baru.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






