China Larang Setir Yoke Mulai 2027, Desain Futuristik Dinilai Berbahaya
Suara Kalbar – Tren desain interior mobil masa depan nampaknya harus menemui jalan terjal di pasar otomotif terbesar dunia. Pemerintah Tiongkok melalui regulator industrinya secara efektif akan melarang penggunaan setir model yoke atau setir berbentuk separuh lingkaran mulai tahun 2027. Keputusan ini diambil sebagai langkah tegas untuk meningkatkan standar keselamatan pengemudi di jalan raya.
Selama beberapa tahun terakhir, setir model yoke memang mencuri perhatian pecinta otomotif karena tampilannya yang futuristik mirip kemudi pesawat jet. Teknologi ini sudah mulai diterapkan pada beberapa merek ternama seperti Tesla Model S, Lexus RZ, hingga model terbaru dari Mercedes-Benz. Namun, di balik estetikanya yang keren, para regulator menemukan adanya risiko keselamatan yang signifikan.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) baru saja merilis draf regulasi terbaru mengenai pemutakhiran standar kemudi kendaraan. Dalam draf tersebut, poin-poin yang sebelumnya mengizinkan spesifikasi setir model yoke telah dihapus.
“Hal ini menandakan bahwa pemerintah Tiongkok ingin mengembalikan standarisasi setir ke bentuk yang lebih konvensional dan teruji keamanannya,” tulis Car Expert, Senin (16/2/2026).
Salah satu alasan utama pelarangan ini adalah hasil uji benturan kepala yang menjadi syarat wajib bagi semua jenis kemudi. Setir model yoke dianggap tidak memiliki titik tumpu yang cukup untuk melindungi pengemudi saat terjadi kecelakaan. Pada setir bundar tradisional, terdapat area luas yang berfungsi sebagai bantalan ketika tubuh pengemudi terdorong ke depan.
Sebuah studi yang dikutip oleh media lokal Autohome menjelaskan risiko fatal dari desain terbuka pada setir yoke. Karena tidak ada bagian atas pada lingkar setir, tubuh manusia cenderung lebih mudah “melompati” kemudi dan langsung menghantam kolom setir atau dasbor dalam tabrakan sekunder. Kondisi ini secara drastis meningkatkan risiko cedera parah pada bagian kepala dan dada.
Selain masalah area benturan, regulasi baru ini juga menyoroti bahaya serpihan material saat kantung udara (airbag) mengembang. Desain setir yoke yang tidak beraturan dianggap sulit memenuhi standar keamanan karena pola patahan materialnya yang tidak terprediksi. Jika terjadi kecelakaan, dikhawatirkan ada komponen plastik atau logam yang justru terlempar ke arah pengemudi.
Pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa langkah ini juga bertujuan untuk menyelaraskan standar otomotif mereka dengan standar internasional yang lebih ketat. Selain soal bentuk, aturan ini juga mencakup ambang batas perpindahan kolom setir ke arah atas dan belakang saat terjadi kecelakaan, yang semuanya bertujuan meminimalisir dampak benturan pada tubuh manusia.
Regulasi ketat ini dijadwalkan mulai berlaku sepenuhnya pada 1 Januari 2027 untuk semua model mobil baru yang akan diluncurkan. Sementara itu, untuk model mobil yang sudah beredar di pasar saat ini, pemerintah biasanya memberikan masa tenggang hingga 13 bulan untuk menyesuaikan desain mereka agar tetap legal dijual di Tiongkok.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






