SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif BYD Unggul di Jarak Tempuh EV, Satu-satunya Tembus 1.000 Km Versi CLTC

BYD Unggul di Jarak Tempuh EV, Satu-satunya Tembus 1.000 Km Versi CLTC

Ilustrasi Mobil Listruk BYD. SUARAKALBAR.CO.ID/AI

Suara Kalbar – BYD memimpin peringkat jarak tempuh mobil listrik (electric vehicle/EV) dan menjadi satu-satunya merek yang memiliki model produksi dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer (km) dalam pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).

Dikutip dari Car News China, Kamis (12/2/2026), berdasarkan data regulator dan industri yang dihimpun New Energy Experience Expert, pasar mobil listrik jarak jauh di China kini menunjukkan stratifikasi yang jelas. BYD menempati posisi teratas, sementara sebagian besar pesaingnya masih berada di bawah ambang 900 km dalam siklus uji CLTC.

Denza Z9 EV menjadi model dengan jarak tempuh tertinggi, dibekali baterai 122,5 kWh dan jarak tempuh tersertifikasi 1.068 km (CLTC). Posisi kedua ditempati Denza Z9 GT EV dengan jarak 1.036 km dan kapasitas baterai yang sama.

Sementara itu, Yangwang U7 EV berada di posisi ketiga dengan baterai 150 kWh dan jarak tempuh 1.006 km.

Ketiga model tersebut saat ini menjadi satu-satunya mobil listrik produksi di China yang melampaui 1.000 km dalam pengujian CLTC. Seluruhnya berada di bawah portofolio merek premium BYD.

Di luar kategori 1.000 km, Xiaomi SU7 berada di posisi keempat dengan baterai 96,3 kWh dan jarak tempuh 902 km. Zeekr 007 dan Mercedes-Benz CLA EV menyusul masing-masing dengan 870 km dan 866 km.

Sementara itu, model seperti Luxeed S7, Hongqi Tiangong 05, Mercedes-Benz EQS, dan Tesla Model 3 berada di kisaran 830–855 km.

Data menunjukkan kapasitas baterai menjadi faktor utama penentu jarak tempuh ekstrem. Tiga model yang melampaui 1.000 km menggunakan baterai di atas 120 kWh. Sebaliknya, kendaraan dengan jarak tempuh 800–900 km umumnya menggunakan baterai 89–111 kWh.

Artinya, pencapaian jarak 1.000 km saat ini lebih didorong oleh peningkatan kapasitas baterai, bukan lompatan besar dalam efisiensi energi atau arsitektur sistem penggerak.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan