Belum Ada Kasus, Wali Kota Pontianak Tetap Minta Siaga Virus Nipah
Pontianak (Suara Kalbar) – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan Virus Nipah di Kota Pontianak. Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta puskesmas untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap pasien dengan gejala awal yang menyerupai flu.
“Virus Nipah belum terdapat kasusnya, tapi di jajaran dinas kesehatan, rumah sakit, serta puskesmas kita minta tetap siaga, terutama terhadap gejala virus yang kita ketahui seperti flu,” ujar Edi saat ditemui usai kegiatan, Kamis (5/2/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit yang muncul dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan.
“Masyarakat juga harus waspada. Kalau ada yang mengalami gejala seperti itu, segera datang ke pusat kesehatan untuk dilakukan pengobatan,” katanya.
Terkait potensi penularan Virus Nipah, Edi menjelaskan bahwa virus tersebut dapat ditularkan melalui hewan, terutama babi dan kelelawar. Namun untuk konsumsi kelelawar, menurutnya hampir tidak ditemukan di Kota Pontianak.
“Kalau penularan melalui daging babi dan kelelawar, kalau kelelawar sepertinya di Kota Pontianak tidak ada warga yang mengonsumsi. Tapi kalau daging babi kan cukup banyak, ini tentu Dinas Pertanian juga melakukan upaya untuk memastikan daging yang beredar itu sehat. Warga juga harus tetap waspada,” ujarnya.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, terus berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan upaya pencegahan berjalan optimal, sekaligus menjaga ketenangan masyarakat agar tidak panik menyikapi isu Virus Nipah.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini diketahui berasal dari kelelawar buah sebagai inang alami dan dapat menular melalui kontak dengan air liur, urin, atau makanan yang terkontaminasi. Penularan juga dapat terjadi dari manusia ke manusia melalui droplet atau cairan tubuh.
Gejala awal Virus Nipah umumnya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan pilek. Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak yang berpotensi fatal. Oleh karena itu, deteksi dini dan kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Penulis: Fajar Bahari






