Atas Permintaan Trump, Rusia Setop Sementara Serangan ke Ukraina
Jakarta (Suara Kalbar)- Rusia setuju untuk menghentikan sementara serangannya ke Ukraina termasuk ke ibu kota Ukraina, Kiev hingga 1 Februari 2026 waktu setempat. Langkah ini ternyata merupakan permintaan pribadi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Rusia.
Juru Bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov menyatakan, pada Jumat (30/1/2026) waktu setempat, Rusia memutuskan untuk menyetujui permintaan pribadi dari Trump.
Mengutip The Chosun Daily, Sabtu (31/1/2026), Trump meminta negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin tersebut untuk menahan diri dalam serangan terhadap Ukraina, agar terwujudnya lingkungan yang kondusif dan menguntungkaan bagi negosiasi dengan AS.
Trump sebelumnya mengeklaim, Putin telah setuju untuk menangguhkan tembakan artileri di kota-kota besar Ukraina, termasuk Kiev, selama satu pekan karena cuaca dingin ekstrem yang menerjang.
Sebelumnya, Rusia sejak akhir Kamis (29/1/2026) telaah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina, termasuk yang berada di Kiev, dengan menggunakan rudal dan drone.
Serangan ini merusak gardu induk dan fasilitas pembangkit listrik, memutus aliran listrik dan pemanas bagi ratusan rumah warga yang mengakibatkan penduduk Ukraina hidup dan kegelapan dan tak bisa menyalakan pemanas di tengah musim dingin ekstrem yang masih berlangsung.
Ukraina dan Rusia dijadwalkan mengadakan negosiasi pihak ketiga yang dimediasi oleh AS pada Minggu (1/2/2026) untuk membahas perjanjian perdamaian. Pertemuan trilateral pertama sebelumnya digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 23–24 Desember 2025, namun tidak menghasilkan kemajuan atau kesepakatan berarti.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






