Apple Lockdown Mode Disorot, Disebut Gagalkan Upaya Akses FBI ke iPhone Jurnalis
Suara Kalbar – Fitur keamanan yang jarang diketahui di iPhone, yakni Lockdown Mode, menjadi sorotan setelah dilaporkan berhasil menggagalkan upaya otoritas federal Amerika Serikat (AS) mengakses perangkat milik seorang jurnalis. Lockdown Mode milik Apple disebut mencegah agen FBI membobol iPhone milik jurnalis Washington Post, Hannah Natanson.
Dikutip dari AP, Kamis (12/2/2026), agen FBI menyita iPhone, dua MacBook, dan perangkat elektronik lainnya saat menggeledah rumah Natanson bulan lalu. Penggeledahan itu terkait penyelidikan terhadap seorang kontraktor Pentagon yang dituduh menangani informasi rahasia secara ilegal.
Namun, menurut dokumen pengadilan, tim Computer Analysis Response Team FBI tidak dapat mengekstrak data dari iPhone tersebut karena perangkat berada dalam Lockdown Mode. Lalu, apa sebenarnya Lockdown Mode di iPhone? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Lockdown Mode?
Lockdown Mode merupakan fitur perlindungan opsional dan ekstrem yang dirancang untuk menghadapi serangan siber yang sangat jarang dan sangat canggih.
Fitur ini tidak ditujukan untuk semua pengguna. Apple menyebut Lockdown Mode hanya diperlukan oleh segelintir individu yang berisiko tinggi menjadi target ancaman digital, tergantung pada siapa mereka atau pekerjaan yang mereka lakukan.
“Sebagian besar orang tidak akan pernah menjadi target serangan seperti ini,” tulis Apple di laman dukungannya.
Lockdown Mode tersedia di sistem operasi terbaru Apple, termasuk iOS 16 dan macOS Ventura. Saat diaktifkan, fitur ini membatasi secara ketat sejumlah aplikasi dan fungsi perangkat guna mempersempit celah yang bisa dimanfaatkan spyware canggih.
Beberapa teknologi browser dibatasi, fitur berbagi foto dikurangi, dan sejumlah fungsi aplikasi dinonaktifkan demi keamanan maksimal.
Apakah Apple Bisa Membuka Lockdown Mode?
Apple sebelumnya menolak permintaan pemerintah AS untuk membuat akses khusus atau “backdoor” ke perangkat mereka.
Pada 2016, Apple menolak permintaan otoritas untuk membantu membuka iPhone terenkripsi milik pelaku penembakan di San Bernardino, California. Apple juga menolak menambahkan fitur input kode sandi secara elektronik yang memungkinkan percobaan menebak kombinasi sandi menggunakan komputer (brute force).
“Adalah salah apabila secara sengaja melemahkan produk kami dengan backdoor yang diperintahkan pemerintah,” tegas Apple saat menjelaskan keputusannya.
Cara Mengaktifkan Lockdown Mode di iPhone
Pastikan iPhone, iPad, atau MacBook sudah diperbarui ke sistem operasi terbaru. Fitur ini harus diaktifkan secara terpisah di setiap perangkat Apple.
Di iPhone:
- Buka Settings (Pengaturan)
- Pilih Privacy & Security (Privasi & Keamanan)
- Gulir ke bawah dan pilih Lockdown Mode
- Masukkan passcode (bukan Face ID atau sidik jari)
- Perangkat akan restart
Pada MacBook, langkahnya serupa melalui menu System Settings.
Passcode Lebih Aman dari Face ID atau Sidik Jari?
Banyak orang mengira Face ID atau sidik jari sudah cukup aman. Namun, para ahli menyebut kode sandi (passcode) justru lebih kuat dalam melindungi perangkat dari akses paksa oleh aparat.
Dalam dokumen pengadilan disebutkan agen FBI menyampaikan bahwa mereka tidak dapat memaksa Natanson memberikan kode sandinya. Namun, surat perintah penggeledahan mengizinkan agen menggunakan biometrik Natanson, seperti pengenalan wajah atau sidik jari, untuk membuka perangkatnya.
Natanson menyatakan ia tidak menggunakan biometrik untuk mengunci perangkatnya, meski pada akhirnya agen berhasil membuka MacBook menggunakan sidik jarinya.
Meski menawarkan perlindungan tinggi, Lockdown Mode juga berdampak pada kenyamanan penggunaan. Beberapa situs web dapat berjalan lebih lambat atau tidak tampil sempurna karena pembatasan teknologi tertentu. Di aplikasi Messages, sebagian besar lampiran diblokir dan pratinjau tautan tidak tersedia. Panggilan FaceTime dari nomor yang belum pernah dihubungi dalam sebulan terakhir juga akan diblokir. Informasi lokasi pada foto yang dibagikan dihapus, dan pembatasan ketat diberlakukan terhadap koneksi Wi-Fi tidak aman maupun aksesori eksternal.
Dalam uji coba penggunaan, sejumlah aplikasi memberi peringatan bahwa beberapa fungsi mungkin tidak berjalan normal. Ada aplikasi berita yang menggunakan font berbeda dan beberapa foto di situs web tidak muncul. Gangguan paling terasa terjadi saat menggunakan kamera untuk memindai kode QR, karena kamera tidak berfungsi saat Lockdown Mode aktif sehingga fitur harus dinonaktifkan terlebih dahulu.
Untuk mematikan Lockdown Mode, pengguna cukup mengikuti prosedur yang sama seperti saat mengaktifkannya dan memasukkan kode sandi. Perangkat kemudian akan kembali melakukan restart.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






