Wamen Komdigi: Kolaborasi Lindungi Remaja di Ruang Digital Lewat PP TUNAS
Jakarta (Suara Kalbar) – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk melindungi generasi muda di ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
“Ruang digital layaknya jalan terbuka yang penuh peluang bagi remaja. PP TUNAS, hadir memastikan ruang digital tetap aman tanpa membatasi hak berekspresi dan tetap menjamin akses informasi yang tepat. Dengan sinergi kolaboratif yang kuat, termasuk dengan PSE seperti TikTok, kita dapat mendukung regulasi ini dan terciptanya generasi muda yang makin cakap digital,” ujar Nezar dalam rilis pers, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam lokakarya dan gelar wicara #SalingJagaTunasBangsa yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama TikTok Indonesia di Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa, sebagai langkah memperluas jangkauan sekaligus memperkuat implementasi PP TUNAS.
Sebelumnya, kampanye #SalingJagaTunasBangsa menyasar kota-kota dengan populasi remaja terbesar dan telah dilaksanakan di Jakarta pada 25 November 2025 serta Bandung pada 19 Desember 2025, dengan kehadiran ratusan peserta pada setiap kegiatan.
Tingginya partisipasi menunjukkan perhatian berbagai pihak, khususnya orang tua, terhadap urgensi perlindungan remaja di ruang digital.
Kegiatan ini menghadirkan pembekalan materi untuk membuka wawasan orang tua agar mengikuti perkembangan digital dalam membangun ekosistem yang aman dan sehat bagi remaja.
Kampanye tersebut juga menjadi ruang refleksi atas ketimpangan keterampilan digital di masyarakat, mengingat tidak semua orang tua dan tenaga pendidik memiliki kecakapan digital yang memadai, padahal mereka menjadi pihak terdekat dalam keseharian remaja.
Wali Kota Tangerang Selatan melalui sambutan tertulis yang disampaikan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas implementasi inisiatif ini hingga ke tenaga pendidik dan masyarakat, seiring demografi remaja yang tinggi di wilayah tersebut.
Rangkaian kegiatan turut membuka ruang diskusi langsung bersama perwakilan penyelenggara sistem elektronik, pemangku kebijakan, psikolog, dan kreator parenting. Peserta dibekali strategi membangun komunikasi terbuka dengan remaja serta kecakapan digital untuk memitigasi berbagai risiko di ruang digital.
Sebagai mitra strategis pemerintah, TikTok Indonesia menegaskan perannya dalam perlindungan remaja.
Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia Hilmi Adrianto menyatakan keamanan pengguna di TikTok adalah prioritas utama, terutama remaja.
Melalui fitur keamanan, edukasi literasi digital kepada remaja dan orang tua, dan kerja sama dengan para ahli serta pemangku kepentingan, pihaknya bekerja untuk menghadirkan pengalaman digital yang positif bagi remaja.
“Kami apresiasi langkah sinergi Komdigi dalam kampanye #SalingJagaTunasBangsa demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan positif bagi generasi emas Indonesia,” ucapnya.
Mendukung kolaborasi tersebut, Lampu.id menggandeng lebih dari 20 komunitas sebagai mitra penggerak untuk memperkuat amplifikasi pesan PP TUNAS, dengan fokus edukasi bagi orang tua dalam membimbing dan mengawasi aktivitas remaja di ruang digital.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






