Tiba di Thailand, Tim Indonesia Geber Latihan Jelang ASEAN Para Games
Jakarta (Suara Kalbar) – Kontingen Indonesia yang berkekuatan 290 atlet langsung memulai latihan intensif di Nakhon Ratchasima, Thailand, sehari setelah tiba untuk mematangkan persiapan menghadapi ASEAN Para Games 2025.
Pelatih tim sepak bola cerebral palsy Indonesia Yanuar Dhuma Ardhiyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan timnya sengaja menggelar dua sesi latihan hari ini untuk memulihkan kondisi pemain.
“Dengan kondisi pemain yang kelelahan karena perjalanan jauh, hari ini kami mencoba melakukan conditioning. Tadi pagi pun kami sudah melakukan latihan ringan, supaya otot-otot para pemain lebih lemas. Latihan sesi sore ini sudah oke,” kata Yanuar.
Kontingen Indonesia tiba di Thailand dalam dua kloter melalui Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, pada Kamis (15/1), sebelum melanjutkan perjalanan darat sekitar empat jam menuju Nakhon Ratchasima sebagai lokasi utama penyelenggaraan ajang tersebut.
Meski menempuh perjalanan panjang, para atlet tetap menjalani sesi latihan untuk menjaga kebugaran dan mempercepat proses adaptasi. Beberapa cabang olahraga langsung menyambangi venue pertandingan guna menyesuaikan kondisi fisik dan teknis.
Yanuar menyebut tim pelatih masih memiliki beberapa hari untuk memaksimalkan persiapan menjelang laga perdana. Menurut dia, fokus latihan akan diarahkan secara bertahap.
“Untuk kebugaran, kami hanya tinggal meningkatkan sedikit lagi untuk mencapai level puncak. Setelah itu, kami akan fokus ke aspek taktik dengan mempertimbangkan skema permainan lawan di ASEAN Para Games 2025 ini,” ujarnya.
Ia juga memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap. “Sejauh ini, semua dalam kondisi sehat. Tidak ada pemain yang mengalami cedera. Jadi, kami bisa menurunkan komposisi skuat yang utuh,” tambah Yanuar.
Kapten tim sepak bola cerebral palsy Indonesia Yahya Hernanda menegaskan timnya siap untuk memulai latihan dan menghadapi turnamen. “Persiapan para pemain saat ini sudah sangat maksimal. Kami sudah bisa beradaptasi dengan lapangan yang akan digunakan sebagai venue pertandingan,” kata Yahya.
Yahya menjelaskan latihan difokuskan pada latihan mengoper untuk menyesuaikan karakter lapangan yang disebutnya memiliki kondisi rumput yang tipis dan membuat bola lebih sulit untuk dikontrol.
Selain sepak bola cerebral palsy, tim basket kursi roda Indonesia juga langsung menggelar latihan di Center Point Hotel Terminal 21 Nakhon Ratchasima. Pelatih tim basket kursi roda Indonesia Salim Nurjadin mengatakan latihan difokuskan pada pemulihan kebugaran dan adaptasi lapangan.
“Besok kita sudah memulai latihan untuk penyesuaian lapangan dan juga proses klasifikasi sebelum masuk ke nomor pertandingan pertama,” kata Salim.
Salim menegaskan kesiapan tim untuk bersaing di Thailand dengan berusaha yang terbaik dan mengejar target. “Target kita Bismillah medali perak,” ujarnya.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






