SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Sejumlah SMA di Kalbar Terdampak Banjir, Disdikbud Hentikan Sementara Tatap Muka

Sejumlah SMA di Kalbar Terdampak Banjir, Disdikbud Hentikan Sementara Tatap Muka

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Alkadri, saat diwawancarai beberapa waktu lalu. SUARAKALBAR.CO.ID/Meriy

Pontianak (Suara Kalbar) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mencatat dampak banjir terhadap aktivitas pendidikan di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sejak awal Januari 2026. Laporan tersebut pertama kali diterima pada 7 Januari 2026 terkait terganggunya proses belajar mengajar akibat bencana tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah SMA Negeri 2 Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Akses menuju sekolah terputus setelah jembatan penghubung di wilayah tersebut ambruk, sehingga siswa dan guru tidak dapat mencapai lokasi sekolah.

“Jembatan itu merupakan satu-satunya akses menuju sekolah. Sejak laporan diterima, kami langsung mengarahkan siswa untuk belajar mandiri dari rumah,” ujar Syarif, beberapa waktu lalu.

Meski begitu upaya pembelajaran daring di wilayah tersebut belum dapat dilakukan karena akses internet ikut terputus. Sebagai solusi sementara, para guru memberikan materi dan penugasan secara lisan kepada siswa.

Selain di Sekadau, Disdikbud Kalbar juga menerima laporan banjir yang merendam SMA Negeri 2 Sekayam, Kabupaten Sanggau, pada 8 Januari 2026. Sekitar 70 persen bangunan sekolah terdampak genangan air, meskipun jaringan listrik dan internet di wilayah tersebut masih berfungsi.

“Untuk SMA Negeri 2 Sekayam, pembelajaran dapat dilakukan secara daring. Kami meliburkan aktivitas tatap muka dan meminta orang tua untuk mendampingi anak-anak selama belajar dari rumah,” ujarnya.

Disdikbud Kalbar turut mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama masa banjir, terutama terkait aktivitas sehari-hari di lingkungan sekitar rumah.

Selain itu, sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan banjir diminta segera melakukan pendataan aset. Aset penting diharapkan dipindahkan ke tempat yang lebih aman agar tidak rusak dan dapat digunakan kembali saat kegiatan belajar mengajar normal.

“Guru juga kami minta memberikan edukasi kepada siswa agar tidak bermain di area banjir demi menjaga keselamatan dan kesehatan,” tambah Syarif.

Saat ini Syarif mendapatkan informasi bahwa banjir di wilayah Sekayam dilaporkan mulai surut, namun pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan dan masih terus dipantau. Sementara itu, akses menuju SMA Negeri 2 Nanga Taman mulai dapat dilalui, meski masih harus menggunakan perahu rakitan dan jasa pikul kendaraan.

Penulis: Meriyanti

Komentar
Bagikan:

Iklan