Putin Tegaskan Dukungan Ekonomi, Presiden Sementara Suriah Kembali ke Moskwa
Suara Kalbar – Presiden sementara Suriah, Ahmad al-Sharaa, kembali mengunjungi Moskwa, Rusia pada Rabu (29/1/2026), kurang dari 4 bulan sejak kunjungan pertamanya. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menekankan kesediaannya mendukung pemulihan ekonomi Suriah yang hancur akibat perang.
“Saya sadar masih banyak yang harus dipulihkan di Suriah, dan pelaku ekonomi kami, termasuk sektor konstruksi, siap bekerja sama,” ujar Putin.
Selain isu ekonomi, pembicaraan juga difokuskan pada masa depan pangkalan militer Rusia di Suriah, yang menjadi pijakan strategis Moskwa di Mediterania.
Ahmad al-Sharaa menyampaikan terima kasih kepada Putin atas peran Rusia dalam menstabilkan kondisi Suriah. Al-Sharaa memimpin serangan pemberontak pada Desember 2024 yang menggulingkan mantan Presiden Bashar Assad, yang sebelumnya mendapat dukungan Moskow. Rusia memberi suaka kepada Assad dan keluarganya setelah mereka meninggalkan negara itu, tetapi tidak menentang serangan pemberontak tersebut.
Belakangan, militer Rusia mulai menarik diri dari pangkalan di timur laut Suriah yang sebelumnya dikuasai Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, menyusul kehilangan sebagian wilayah mereka dalam serangan pasukan pemerintah.
Putin menegaskan dukungan Rusia terhadap integritas Suriah dan mengapresiasi keberhasilan al-Sharaa dalam menguasai kembali wilayah-wilayah tersebut. “Kami selalu mendukung pemulihan integritas teritorial Suriah dan semua upaya Anda menuju tujuan tersebut,” kata Putin.
Al-Sharaa menekankan pentingnya dukungan Rusia untuk persatuan dan stabilitas Suriah. Ia mencatat, pada 2025, Suriah berhasil mengatasi tantangan besar, termasuk penyatuan kembali wilayahnya, dan berharap dapat melanjutkan transisi menuju stabilitas dan perdamaian.
Pertempuran antara SDF dan pasukan pemerintah sempat pecah awal bulan ini setelah negosiasi gagal, tetapi gencatan senjata kini diterapkan dan sebagian besar berjalan lancar. Perpanjangan gencatan senjata selama 15 hari telah disepakati kedua pihak.
Pemerintah sementara Suriah, meski sebelumnya berseberangan dengan Moskwa, menunjukkan kesiapan mengembangkan hubungan yang dapat membantu pemulihan negara dan mendiversifikasi kebijakan luar negerinya.
Bagi Kremlin, mempertahankan pangkalan angkatan laut dan udara di Suriah sangat strategis. Rusia berharap dapat menegosiasikan kesepakatan untuk tetap mengoperasikan pangkalan udara Hmeimim dan pos angkatan laut di Tartus.
Dalam pembicaraan di Kremlin, hadir pula Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov dan kepala intelijen militer Laksamana Igor Kostyukov. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan, semua isu terkait kehadiran militer Rusia di Suriah akan dibahas.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






