Presiden Mesir sebut Pemindahan Warga Palestina dari Gaza akan Picu “Konsekuensi Serius” bagi Barat
Kairo (Suara Kalbar) – Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi pada Sabtu (24/1) memperingatkan bahwa pemindahan lebih dari 2 juta warga Palestina dari Jalur Gaza akan memicu dampak keamanan, ekonomi, dan sosial yang serius bagi Eropa dan dunia Barat.
Berbicara dalam acara peringatan Hari Kepolisian Mesir ke-74, Sisi mengatakan pemindahan penduduk Gaza tersebut akan menghancurkan perjuangan Palestina dan mendorong ratusan ribu orang menuju Eropa dan negara-negara Barat.
Dia memperingatkan bahwa hal itu akan menimbulkan konsekuensi berat yang tidak mampu ditanggung oleh siapa pun.
Sisi menekankan perlunya menghentikan praktik-praktik sistematis terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan, seraya menegaskan kembali penolakan Mesir terhadap segala upaya untuk memindahkan mereka dari tanah airnya.
Dia juga menyerukan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan, pelaksanaan penuh fase kedua dari perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung, serta rekonstruksi segera di wilayah tersebut guna menjamin kehidupan yang bermartabat bagi para penduduknya.
Sisi mengatakan Mesir mengerahkan segala upaya untuk memastikan gencatan senjata dilaksanakan sepenuhnya dan berkomitmen menggagalkan setiap upaya untuk menghindarinya.
Pemerintahan Trump tahun lalu mengumumkan rencana perdamaian tiga fase yang mencakup 20 poin dan bertujuan mengakhiri konflik Israel-Hamas yang pecah pada Oktober 2023. Gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Oktober 2025. Namun, selama fase pertama kesepakatan tersebut, kedua pihak berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran.
Sebelumnya pada bulan ini, pemerintahan Trump mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian tersebut, dengan fokus yang bergeser dari gencatan senjata ke demiliterisasi, tata kelola teknokratis, dan rekonstruksi.
Sumber: Xinhua
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





