Polda Kalbar Siagakan Personel Antisipasi Karhutla
Pontianak (Suara Kalbar) – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyiagakan personel di seluruh wilayah guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring tren penurunan curah hujan yang diperkirakan berlangsung hingga awal Februari 2026.
“Berdasarkan koordinasi kami dengan BMKG, wilayah Kalbar saat ini memasuki periode curah hujan rendah. Kondisi ini sangat rentan terhadap terjadinya karhutla, sehingga seluruh jajaran kami siagakan untuk melakukan langkah mitigasi sedini mungkin,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono di Pontianak, Rabu (14/1/2026).
Dia mengatakan langkah kesiapsiagaan ini dilakukan setelah hasil analisis cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah Kalbar mulai memasuki fase kering yang berisiko tinggi memicu kebakaran lahan dan hutan.
Bambang juga menjelaskan, jajaran Polda Kalbar bersama polres dan polsek akan meningkatkan patroli terpadu di kawasan-kawasan yang selama ini dikenal rawan karhutla, termasuk wilayah perkebunan, lahan gambut, dan area terbuka yang sering dimanfaatkan untuk pembukaan lahan.
Selain patroli, kepolisian juga mengintensifkan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat. Polda Kalbar menegaskan larangan keras membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun. Jika ditemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat sebelum meluas dan berdampak pada kesehatan masyarakat maupun aktivitas ekonomi,” tuturnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca, pada periode 19 Januari hingga 8 Februari 2026 sebagian besar wilayah Kalbar diperkirakan hanya menerima curah hujan antara 5 hingga 75 milimeter per minggu. Sejumlah daerah seperti Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Singkawang, Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Kayong Utara hingga Ketapang bahkan diprediksi berada pada kategori curah hujan rendah.
Sementara itu, pada periode 16 hingga 22 Januari 2026, tidak terdapat indikasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah-wilayah tersebut, sehingga potensi munculnya titik panas dan kebakaran lahan diperkirakan meningkat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BMKG, dan instansi terkait lainnya dalam memantau perkembangan cuaca serta potensi titik api, guna memastikan upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi,” tuturnya.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






