Pemdes Pasir Ungkap Upaya Pencegahan Banjir akibat Curah Hujan dan Pasang Laut
Mempawah (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama pemerintah desa (Pemdes) terus melakukan langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya banjir yang kerap terjadi pada periode pergantian tahun.
Banjir tersebut umumnya dipicu oleh tingginya curah hujan yang bersamaan dengan naiknya air pasang laut.
Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah telah melakukan upaya normalisasi saluran air di sejumlah titik rawan banjir.
Salah satu titik terbesar berada di wilayah Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, yang selama ini menjadi jalur utama aliran air dari kawasan hulu menuju laut.
Normalisasi ini diharapkan mampu memperlancar aliran air, sehingga ketika terjadi kiriman air dari hulu, debit air dapat segera diteruskan ke laut dan tidak menimbulkan banjir maupun genangan di permukiman warga.
Pelaksana Tugas Kepala Desa Pasir, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan solusi nyata yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan respons cepat pemerintah daerah. Normalisasi ini penting agar aliran air tidak tersumbat, terutama saat hujan deras dan air laut pasang bersamaan,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Amin juga menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada Bupati Mempawah Erlina yang dinilainya tanggap terhadap kondisi masyarakat dan mampu menghadirkan solusi konkret.
“Atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Pasir dan sekitarnya kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Erlina yang telah melihat langsung persoalan di lapangan dan memberikan solusi yang tepat,” tambahnya.
Muhammad Amin berharap, dengan sinergi antara Pemda dan Pemdes serta dukungan masyarakat, upaya pencegahan banjir ini dapat memberikan dampak jangka panjang dan meningkatkan rasa aman warga, khususnya saat menghadapi musim hujan dan pasang laut.
Ke depan, Pemerintah Desa Pasir juga berharap agar kegiatan normalisasi dapat dilaksanakan rutin dan diperluas jangkauannya ke titik-titik lain yang berpotensi menjadi sumber genangan, sehingga penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Selain itu, upaya pencegahan banjir diharapkan juga diiringi dengan langkah konservasi alam, seperti menjaga daerah resapan air, pelestarian vegetasi di sepanjang aliran sungai, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air,” ungkapnya lebih lanjut.
Langkah ini diyakini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






