Pasca Libur Nataru, Distribusi MBG kembali Dilakukan di SMKN 1 Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Awal tahun 2026 Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali di distribusikan kepada siswa di Pontianak, salah satunya ke SMKN 1 Pontianak Jalan Danau Sentarum, Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis (08/01/2026).
Menu yang dibagikan ke SMKN 1 Pontianak berasal dari SPPG Mitra Ume’s Kitchen Jalan Dokter Wahidin, Pontianak.
Kepala SMKN 1 Pontianak, Anis Sarifudin Adi menyebut bahwa siswa dan guru antusias menerima program MBG pada awal tahun 2026 ini.
“Ya tentunya kita di SMK Negeri 1 Pontianak dengan memasuki tahun 2026 dengan MBG yang baru ini ya tentu kita antusias dan terima kasih karena memang anak-anak kita sangat membutuhkan akan asupan gizi, terutama pada saat makan siang gitu kan dan guru-guru pun juga siap untuk bisa kalau memang itu dibolehkan,” ujarnya.
Anis juga menyebut bahwa saat ini jumlah siswa di SMKN 1 Pontianak berjumlah 1066 siswa, akan tetapi yang menerima MBG sekitar 800-an siswa.
“Kalau total siswanya itu ada 1066 tetapi kan ada 5 kelas yang PKL keluar jadi mungkin sekitar 800an lah yang menerima MBG,” terangnya.
Setelah hampir satu tahun menerima MBG, kendala yang beberapa kali dihadapi pihak sekolah adalah koordinasi penyesuaian waktu pembagian MBG dengan pihak mitra SPPG.
“Kalau kendala secara umum sih tidak ada memang, cuma kadang-kadang waktunya saja yang perlu kita sinkronkan kita mantapkan kesepakatannya dengan pihak SPPG adalah waktunya karena kalau waktunya bergeser kita kan sini juga repot ada yang sudah dapat, ada yang belum,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pihak sekolah selalu mengecek sample makanan yang dibagikan sebelum di distribusikan pada siswa, hal tersebut untuk memastikan bahwa makanan yang dibagikan layak dan aman dikonsumsi.
“Kita tentu ada guru bagian kesehatan di UKS yang akan mengecek, nanti ada diberikan sample, nah itu sebelum dibagikan ke siswa, di cek dulu,” ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan imbauan pada siswa untuk segera melaporkan jika ada perubahan bau atau rasa pada makanan, sehingga pihak sekolah akan segera melakukan pengecekan pada makanan tersebut.
“Kita juga sudah memberitahukan pada siswa misalnya ada perubahan bau atau rasa pada makanan, segera dilaporkan pada pihak sekolah, biar segera kita cek,” jelasnya.
Hal ini dilakukan pihak sekolah untuk memastikan bahwa MBG yang disalurkan dipastikan aman dikonsumsi oleh siswa.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






