Menbud: Warisan Budaya Tak Benda Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Jakarta (Suara Kalbar)- Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan bahwa potensi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) bukan hanya sekadar ajang pengakuan dunia, melainkan instrumen untuk menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia.
“Kita bisa melakukan rebranding terhadap warisan budaya. Misalnya gastronomi atau kuliner Indonesia yang jumlahnya banyak. Jika kuliner nusantara di-rebranding sebagai warisan budaya tak benda, maka kuliner jadi punya nilai lebih,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, jika masyarakat memiliki pengetahuan terkait warisan budaya di daerahnya masing-masing, maka warisan budaya tersebut akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi kreatif daerah
Menbud menyebutkan bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan akan terus memperkuat kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, perguruan tinggi, hingga pemerintah daerah.
Kemudian, lanjut dia, pertunjukan seni yang di-rebranding menjadi warisan budaya, masyarakat akan melihat pertunjukan itu bukan sekadar pertunjukan biasa.
Fadli turut menegaskan bahwa perlu adanya program lanjutan setelah sebuah warisan budaya ditetapkan secara resmi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem budaya.
Ia mengusulkan adanya pendokumentasian WBTBI secara rutin, baik melalui dokumentasi konvensional seperti buku hingga dokumentasi digital melalui website, foto dan video.
“Setelah ditetapkan, kita perlu membangun ekosistem di komunitas-komunitas, misalnya proses institusionalisasi pengetahuan supaya lebih sustainable. Kemudian dokumentasi secara digital juga perlu kita tampilkan melalui website, foto atau video tentang WBTBI, cagar budaya, dan lain-lain. Jadi paling tidak datanya bisa terhimpun dan tidak berceceran.
Tim Ahli WBTbI, Pudentia MPSS berharap bahwa program penetapan WBTBI dapat menjadi wadah best practices dalam menjaga keberlanjutan tradisi budaya agar tetap hidup di masyarakat.
“Hal terpenting adalah bagaimana nanti daerah juga bisa mengusulkan good practices atau best practices yang sudah dilakukan untuk mencegah hilangnya warisan budaya, agar tetap menjadi living
traditions dan bisa dibagikan untuk provinsi-provinsi dan daerah lain,” terang Pudentia.
Fadli berharap, percepatan WBTBI dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
“Warisan budaya tak benda Indonesia adalah sebuah registrasi yang bukan sekedar pencatatan atau penetapan, tetapi sebenarnya juga bagian dari upaya acknowledgement atau recognition dari negara terhadap warisan budaya. Warisan tersebut juga bisa dirayakan oleh masyarakat setempat, dan kita harapkan tahun ini akan meningkat lebih banyak lagi,” pungkas Menteri Fadli.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






