LPG 3 Kilogram Sulit Didapat, Harga Melonjak, Pedagang Sambas Menjerit
Sambas (Suara Kalbar) – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram mulai menghimpit pedagang kecil di Kabupaten Sambas. Hampir sepekan terakhir, gas bersubsidi yang menjadi penopang utama usaha makanan itu sulit ditemukan di pasaran, bahkan harganya melonjak hingga dua kali lipat, mengancam keberlangsungan aktivitas jual beli para pedagang.
Salah seorang pedagang sarapan pagi di Sambas, Buyung, mengatakan pasokan LPG 3 kilogram semakin sulit diperoleh. Ia mengaku sejumlah toko yang biasa menjadi tempat membeli gas kini sudah tidak memiliki stok.
“Sudah sekitar seminggu ini LPG 3 kilogram susah didapat. Beberapa toko langganan saya kosong,” ujar Buyung, Jumat (16/1/2026).
Ia menuturkan, kelangkaan tersebut juga dibarengi dengan lonjakan harga yang cukup signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, ia terpaksa membeli gas melon dengan harga jauh di atas harga normal, yakni berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per tabung.
“Harganya mahal sekali. Kalau ada, dijual antara Rp35 ribu sampai Rp50 ribu,” katanya.
Bahkan pada Kamis (15/1/2026), Buyung mengaku sama sekali tidak mendapatkan LPG 3 kilogram meski telah mendatangi sejumlah toko.
“Sudah saya cari ke mana-mana, tapi benar-benar tidak ada stok,” ungkapnya.
Ia khawatir, jika kondisi ini terus berlangsung, aktivitas usahanya terancam terhenti. Pasalnya, gas LPG 3 kilogram menjadi kebutuhan utama dalam menunjang kegiatan berjualan sehari-hari.
“Kalau terus langka, mau tidak mau saya bisa berhenti jualan karena tidak ada gas untuk memasak,” tutupnya.
Penulis: Serawati






