SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi LPG 3 Kg Sesuai HET, Pangkalan Desa Paal Jadi Andalan Warga

LPG 3 Kg Sesuai HET, Pangkalan Desa Paal Jadi Andalan Warga

Warga Desa Paal terlihat antusias membeli gas LPG 3 kg di pangkalan. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Melawi (Suara Kalbar)- Siang itu matahari cukup terik, tapi semangat warga Desa Paal tak surut. Satu per satu mereka datang membawa tabung kosong, berharap pulang dengan LPG 3 kilogram bersubsidi yang memang sudah lama dinanti. Di Pangkalan Andi, Jalan Tengah, Dusun Kenanga, antrean terlihat rapi, wajah-wajah penuh harap bercampur lega.

Truk pengangkut LPG dari agen resmi PT Melawi Nusantara Pinoh terparkir di depan pangkalan. Tabung-tabung hijau tersusun, sebagian sudah berpindah tangan. Warga tampak antusias, namun tetap tertib mengikuti aturan.

Setiap orang hanya diperbolehkan membeli satu hingga dua tabung, kebijakan yang diterapkan agar distribusi gas subsidi benar-benar merata.

Penyaluran dibuka pukul 13.00 WIB dan langsung disambut warga yang sudah menunggu sejak siang. Harga yang ditetapkan Rp21.500 per tabung membuat masyarakat merasa lega, karena sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketimbang harus beli dengan harga yang mahal di eceran.

Beberapa warga bahkan tampak tersenyum sambil mengacungkan jempol, menandakan rasa puas karena bisa mendapatkan gas dengan harga wajar tanpa harus membeli mahal di pengecer.
Pemilik pangkalan, Ashandi, memastikan pihaknya berkomitmen menjaga harga tetap sesuai aturan.

“Penyaluran ini sudah kami lakukan dua kali dalam satu minggu terakhir. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan sesuai aturan,” ujarnya.

Menurutnya, kelancaran distribusi tidak lepas dari koordinasi dengan agen resmi serta kesadaran warga yang mau mengikuti aturan pembelian. Pembatasan jumlah tabung dinilai efektif mencegah penumpukan pembelian oleh segelintir orang.

Hal senada disampaikan Dedi Irawan, Kepala Dusun Kuala Belian, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh. Ia mengapresiasi keberadaan pangkalan LPG di wilayah Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh yang dinilai sangat membantu masyarakat.

“Tentu keberadaan pangkalan ini sangat membantu masyarakat. Karena harga jual sesuai dengan HET, jadi masyarakat tidak perlu membeli mahal,” ungkapnya.

Di tengah isu kelangkaan dan harga yang kerap melonjak di beberapa daerah, pemandangan di Desa Paal menjadi angin segar. Distribusi berjalan lancar, harga terkendali, dan yang terpenting kebutuhan dapur warga tetap terpenuhi.

Bagi warga, tabung hijau itu bukan sekadar barang subsidi. Ia adalah penopang aktivitas rumah tangga sehari-hari. Dan hari itu, di bawah terik matahari Melawi, harapan itu kembali menyala dari pangkalan kecil di sudut Desa Paal.

Penulis: Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan