SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Harga Emas Dunia Melonjak 10 Persen Sepanjang Januari

Harga Emas Dunia Melonjak 10 Persen Sepanjang Januari

Emas Global. (AP/AP)

Suara Kalbar – Harga emas dunia mencatat kenaikan 10,05% sepanjang Januari 2026. Logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di kisaran US$ 4.935 per troi ons.

Ekonom keuangan sekaligus praktisi pasar modal Hans Kwee menilai lonjakan harga emas tidak terlepas dari dampak kebijakan perdagangan global setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Menurut dia, ketidakpastian akibat perang dagang mendorong investor menjauhi dolar AS dan beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.

Selain faktor geopolitik, tingginya demand emas juga menjadi pendorong utama kenaikan harga. Tidak hanya investor, sejumlah bank sentral dunia turut meningkatkan kepemilikan emas dalam cadangan devisanya.

“Jadi, kenaikan harga emas bukan hanya soal geopolitik, tetapi karena dunia sedang mengalami pergeseran dari memegang dolar AS ke emas,” ujar Hans, seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga keuangan internasional, seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, harga emas global diperkirakan meningkat sekitar 20% sepanjang tahun ini.

Hans memproyeksikan harga emas dunia berpeluang menembus level US$ 10.000 per troi ons atau setara Rp 168,38 juta dalam kurun empat tahun ke depan, yakni pada 2030.

Ia menambahkan, dalam jangka pendek harga emas masih memiliki ruang penguatan. Pada tahun ini saja, target harga emas global diperkirakan dapat mencapai US$ 5.400 per troi ons, dengan asumsi kurs Jisdor berada di kisaran Rp 16.838 per dolar AS.

“Target jangka panjangnya sekitar US$ 10.000 per troi ons pada 2030. Namun, untuk tahun ini saja, potensi kenaikannya sudah cukup signifikan,” kata Hans.

Harga emas dunia bahkan telah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level US$ 4.957,10 per troi ons pada Jumat pukul 05.36 GMT. Secara intraday, harga emas sempat menyentuh level US$ 4.966,59 per troi ons.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan