SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kuliner Dari Ide Sederhana, Lapak Sarapan Rp10 Ribuan Ini Ramai di Pontianak

Dari Ide Sederhana, Lapak Sarapan Rp10 Ribuan Ini Ramai di Pontianak

Lapak Pejuang 10 Ribuan, yang Berlokasi di Jalan Danau Sentarum, Pontianak, Kalimantan Barat. Rabu (14/01/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/Ain

Pontianak (Suara Kalbar) — Berangkat dari keinginan sederhana untuk memiliki usaha sarapan sendiri, Bayu justru membangun lapak yang kini dikenal luas warga Pontianak. Usaha yang diberi nama Lapak Pejuang 10 Ribuan itu menawarkan konsep sarapan murah dengan harga Rp10 ribuan, namun dengan pilihan menu yang sangat beragam hasil kolaborasi para pelaku UMKM rumahan.

Lapak Pejuang 10 Ribuan mulai beroperasi pada Senin (28/1/2025) lalu. Meski masih terbilang baru, pertumbuhannya berlangsung relatif cepat, ditopang promosi melalui media sosial serta tingginya minat masyarakat terhadap sarapan praktis dan terjangkau.

“Masih baru, Kak. Tapi Alhamdulillah yang ikut sudah banyak. Media sosial sangat bantu, karena kita juga kan aktif disitu,” ujar Bayu saat ditemui di lapaknya Rabu (14/01/2026) di Pontianak.

Awalnya, Bayu sempat berniat membuka usaha kuliner dengan memasak sendiri. Namun keterbatasan kemampuan memasak membuat rencana itu berubah arah.

“Awal mulanya saya pengen buka menu sendiri buat sarapan. Sempat kepikiran mau jual nasi cokot, tapi malas masak dan memang nggak ada basic masak,” ceritanya sambil tertawa.

Inspirasi justru datang dari cerita kakak iparnya yang menitipkan jualan di lapak orang lain.

“Dari situ saya mikir, oh boleh nih buka lapak penitipan,” jelasnya.

Bayu melihat peluang dari lapak sarapan murah yang sudah lebih dulu ada di Pontianak. Menurutnya, kebanyakan hanya mengandalkan harga murah tanpa banyak variasi menu.

“Kompetitor itu jualnya Rp10.000, tapi menu-nya nggak banyak. Jadi saya kepikiran untuk jual menu terbanyak,” katanya.

Tantangan terbesar di awal usaha adalah mencari mitra penjual dan menu. Bayu memulai dari lingkaran terdekat: keluarga, tetangga, dan teman.

“Awal buka dapat 43 menu, itu sudah banyak menurut saya. Setelah seminggu Alhamdulillah tembus 100 menu,” ungkapnya.

Seiring waktu, jumlah menu terus bertambah hingga ratusan. Saat ini, Lapak Pejuang 10 ribuan menampung lebih dari 200 jenis menu sarapan, mulai dari nasi, lauk pauk, hingga aneka kue.

“Sekarang sebenarnya sudah lebih dari 200 menu, Kak,” tambah Bayu.

Perkembangan Lapak Pejuang 10 ribuan juga berdampak pada operasional usaha. Jumlah karyawan bertambah, omset meningkat, dan pelanggan datang dari berbagai kalangan.

“Perubahannya terasa banget. Karyawan makin banyak, omset makin besar, pelanggan juga makin ramai. Yang tahu lapak ini juga makin luas,” ujarnya.

Meski demikian, Bayu menyadari bahwa usaha lapak sarapan termasuk bisnis tren yang penuh persaingan.

“Ini bisnis tren. Kadang umurnya nggak panjang, setahun dua tahun. Apalagi kalau kompetitor makin banyak, biasanya penjualan bisa menurun,” katanya realistis.

Karena itu, Bayu menekankan pentingnya diferensiasi, terutama dari sisi tampilan dan pilihan menu.

“Display itu penting. Kalau di jalan cuma satu meja dan menunya sedikit, orang males singgah. Jadi harus bikin lapak semenarik mungkin, salah satunya dengan menu yang banyak,” pesannya.

Menariknya, Bayu menegaskan bahwa dirinya bukan produsen utama semua menu yang dijual.

“Saya nggak bikin semua sendiri. Ada menu saya, tapi kebanyakan dari teman-teman yang produksi kue. Saya cuma jualin,” pungkasnya.

Dengan konsep kolaborasi dan keberpihakan pada UMKM rumahan, Warung Mulia bukan hanya menjadi tempat sarapan murah, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi pelaku usaha kecil di Pontianak.

Penulis: Ain Rahmi

Komentar
Bagikan:

Iklan