SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Cuaca Kering Bertahan, BMKG Peringatkan Risiko Karhutla di Kalbar

Cuaca Kering Bertahan, BMKG Peringatkan Risiko Karhutla di Kalbar

Koordinator Bidang Data dam Informasi BMKG Kubu Raya, Sutikno minta semua pihak tetap waspada karhutla. Selasa (27/01/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/Ain

Kubu Raya (Suara Kalbar) – Cuaca kering masih membayangi seluruh wilayah Kalimantan Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kubu Raya mencatat, hingga saat ini belum terlihat indikasi turunnya hujan dan kondisi tersebut diperkirakan bertahan setidaknya hingga sepekan ke depan.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kubu Raya, Sutikno, mengatakan hasil pemantauan atmosfer menunjukkan belum adanya potensi signifikan pembentukan awan hujan di Kalimantan Barat hingga sekitar 27 Januari 2026.

“Dalam satu minggu ke depan belum ada potensi hujan. Kondisi ini ditandai dengan angin yang cukup kencang di atas rata-rata, uap air yang sedikit, serta adanya pengaruh tekanan rendah di wilayah utara dan selatan Indonesia, sehingga pembentukan awan hujan di Kalimantan Barat sulit terjadi,” ujarnya Selasa (27/01/2026) pagi saat diwawancarai awak media.

Ia menambahkan, kondisi cuaca kering tersebut sangat berbahaya karena meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peta kerawanan karhutla dalam sepekan ke depan didominasi warna merah di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat.

“Titik panas terpantau merata di berbagai daerah seperti Bengkayang, Landak, Ketapang, Mempawah, dan yang tertinggi berada di Kabupaten Kubu Raya,” jelasnya.

Berdasarkan data terakhir, jumlah titik panas di Kubu Raya tercatat sebanyak 42 titik, yang merupakan jumlah tertinggi di Kalimantan Barat. Data tersebut tercatat pada pemantauan pagi hari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam bentuk apa pun.

“Dengan kondisi angin kencang, udara kering, dan uap air yang minim, sedikit saja api tersulut dapat dengan cepat menyebar, terlebih jika menjalar ke wilayah gambut,” tegas Sutikno.

Selain potensi kebakaran, kualitas udara juga berpotensi memburuk. BMKG mencatat kualitas udara di wilayah Kubu Raya, khususnya di sekitar Jalan Adi Sucipto, pada malam hingga dini hari masuk dalam kategori kurang sehat.

“Pada siang hari kualitas udara masih relatif lebih baik karena adanya penguapan, namun sekitar pukul 20.00 malam hingga dini hari, indeks kualitas udara mulai tercatat kurang sehat,” katanya.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan, terutama saat tercium bau asap atau udara terasa tidak nyaman.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan antisipasi bersama setidaknya hingga satu minggu ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Ain Rahmi

Komentar
Bagikan:

Iklan